Beranda Travelling Wisata Promosi Bersama Visit ASEAN@50 Sukses Rebut 125 Juta Wisatawan

Promosi Bersama Visit ASEAN@50 Sukses Rebut 125 Juta Wisatawan

133

JATENGPOS.CO.ID.CHIANG MAI – Kerjasama regional ASEAN terasa manis di sektor pariwisata. Hal itu terungkap dalam Asean Tourism Forum 2018 di Chiang Mai, Thailand yang di report, 25 Janiari 2018. Salah satunya promosi bersama dengan tagline VisitASEAN@50 yang digagas sejak ATF 2016 Manila dan diimplementasi di ATF Singapore 2017.

Program ASEAN One Single Destination of Sustainable Tourism yang digulirkan dua tahun lalu di Manila itu terbukti sukses. Dari mulai length of stay, angka kunjungan wisman, hingga devisa negara-negara ASEAN, grafiknya naik signifikan.

Tengok saja angka international visitors di kawasan ASEAN di 2017. Angkanya menembus 125 juta kunjungan. Jauh melampaui target yang dipatok di angka 121 juta kunjungan. Income yang didapat juga terbilang fantastis. Angkanya menembus USD 93 miliar, jauh melampaui target sebesar USD 83 miliar. Sementara length of stay, ada di angka 7,98 hari. Angkanya sedikit di atas target 6-7 hari.

Secara khusus, Menteri Arief Yahya mengapresiasi Berunai Darussalam yang menjadi koordinator program itu. Dia juga memuji Thailand yang menjadi tuan rumah yang baik ATF 2018 ini.

Menpar Arief Yahya membuktikan, kerjasama promosi regional bersama itu akan semakin efektif. “Ini menjadi penting. Program One Single Destination of Sustainable Tourism terbukti efektif mengembangkan pariwisata di kawasan Asia Tenggara. Artinya, kita harus berkolaborasi untuk menjadi besar,” kata Menpar Arief Yahya di arena Ministerial Meeting, Hotel Shangri-La, Chiang Mai, Thailand, Kamis (25/1).

Baginya, kekuatan regional itu bisa menjadi competitives advantage bagi ASEAN. 3C competitive, comparative, dan collaborative perlu terus didorong dalam menjalin kerja sama regional bidang kepariwisataan bersama negara-negara anggota ASEAN. “Uni Eropa juga berkolaborasi untuk membangun ekonomi bersama,” kata dia.

“Kalau kita kumpulkan semua kelebihan ASEAN, maka akan kuat dan bisa bersaing dengan Eropa, Great China, Timur Tengah, dan Amerika utara yang sama-sama menjual kekuatan regional. . Karenanya saya ucapkan terimakasih kepada Brunei Darussalam yang telah mengoordinasikan program ini dengan sangat baik,” pungkas Arief Yahya.

Indonesia juga ikut diuntungkan saat bergabung dalam promosi dan event bersama antarnegara ASEAN. Grafik performanya juga ikutan naik. Bahkan Wonderful Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat ke-20 di dunia versi media internasional The Telegraph.

“Inilah implementasi dari collaboration. Masing-masing negara punya kekuatan destinasi tersendiri, punya competitive dan comparative advantage. Ketika beragam kekuatan itu disatukan, maka akan saling mengisi kekurangan, dan menjadi satu,” ujarnya.

Secara khusus Menpar Arief Yahya m laporkan tahun 2017 jumlah wisatawan ke Indonesia bertumbuh 22%. Pertumbuhan terbesar kedua di ASEAN, setelah Vietnam. Mengapa bisa growth sebesar itu? “Kami melakukan dengan digital,” kata Arief Yahya yang menyebut 70% customers sudah digital lifestyle.

Menpar meyakini pariwisata adalah sektor yang paling cepat, mudah dan murah untuk mendapatkan devisa, PDB dan tenaga kerja. Cuplikan statemen itu diposting melaui Instagram @Menpar.AriefYahya. Silakan cek di https://instagram.com/p/BeW8CXdFBPW/.

Harus diakui, revolusi sektor pariwisata memang telah dilakukan Kementerian Pariwisata Indonesia. Pencapaian 14 juta pergerakan wisatawan asing di tahun 2017 menjadi pembuktiannya. Seluruh sektor pariwisata Indonesia ikut dipoles sengan sentuhan digital. Pemasaran dan Promosi, pengembangan destinasi wisata serta pengembang Sumber daya manusia menjadi fokus utamanya.

“Strategi pemasaran dan promosi, pengembangan tujuan prioritas, dan pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata menjadi poros yang kita kembangkan,” ujar Menpar Arief Yahya selepas sesi itu.

“Kampanye Branding Wonderful Indonesia telah dilakukan di seluruh dunia dan mendapat pengakuan global. Sepanjang 2017, kami telah menerima 27 penghargaan di 13 negara. Di antara penghargaan tersebut adalah Televisi Komersial Terbaik Dunia (TVC) pada Kompetisi Video UNWTO 2017, Tujuan Tahun 2017 oleh TTG Travel Awards, dan Best Destination oleh Dive Travel Travel Travel,” kata Arief Yahya.

Dalam hal destinasi wisata, lanjut Menpar, Indonesia berada dalam tahap pengembangan 10 destinasi prioritas utama (Danau Toba, Tanjung Kelayang, Borobudur, Wakatobi, Morotai, Tanjung Lesung, Kep. Seribu dan Kota Tua, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Red).

“Strategi kami adalah dengan berfokus pada 3A, yaitu Attraction, Aksesibilitas (Transportasi, Infrastruktur, TIK) dan kemudahan. Banyak pengembangan di destinasi prioritas telah dilakukan dan dalam proses yang sedang berlangsung. Mulai dari persiapan penerbangan internasional, jalan raya, homestay, infrastruktur pariwisata di dalam dan di luar tempat tujuan, dan peningkatan konektivitas udara,” terang Menteri asal Banyuwangi tersebut. (*/jan)