Beranda Ekonomi Property Expo Semarang Bidik Pasar Menengah

Property Expo Semarang Bidik Pasar Menengah

27
PAMERAN PROPERI- Sebanyak 10 pengembang perumahan dan satu tenant pendukung turut meramaikan Pameran Property Expo Semarang, yang digelar mulai 13 - 24 Februari 2020, di Atrium Mal Ciputra Semarang. FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS
PAMERAN PROPERI- Sebanyak 10 pengembang perumahan dan satu tenant pendukung turut meramaikan Pameran Property Expo Semarang, yang digelar mulai 13 - 24 Februari 2020, di Atrium Mal Ciputra Semarang. FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pameran Property Expo Semarang kembali digelar untuk kedua kalinya di tahun 2020 ini. Pameran yang diikuti oleh 10 pengembang perumahan dan satu tenant pendukung digelar selama 12 hari, mulai dari 13 – 24 Februari 2020, di Atrium Mal Ciputra Semarang.

Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat mengatakan, pameran properti ke-2 tahun ini memang lebih diutamakan menjual rumah menengah dan menengah ke atas. Pihaknya pun optimistis, penjualan rumah menengah ke atas dapat bergeliat, seiring kondisi ekonomi maupun politik di dalam negeri yang mulai stabil.

“Kami berharap di tahun 2020 ini permintaan rumah akan semakin meningkat. Kemarin yang pameran pertama cukup bagus. Semoga tidak ada berita negatif, sehingga membawa dampak yang bagus untuk penjualan properti,” kata Dibya, Kamis (13/2/2020).

Menurutnya, sektor properti menjadi salah satu inti penggerak pertumbuhan ekonomi, sehingga perlu dukungan bersama, terutama pemerintah. Pihaknya pun berharap pemerintah dapat memberikan jaminan stabilitas ekonomi maupun politik, agar masyarakat tertarik berinvestasi di sektor properti.

“Stabilitas ekonomi dan politik yang tidak pasti di Indonesia ini yang selama ini menganggau masyarakat mau berinvestasi,” ungkapya.

Ditambahkan, harga properti di Semarang memang terus mengalami kenaikan, seiring naiknya biaya-biaya bangunan, ongkos pekerja maupun tanah. Saat ini, harga rumah tipe 36 sudah masuk di kisaran Rp 300 jutaan, yang membuat pembeli makin selektif.

“Kalau harganya Rp 300 juta, paling enggak cicilannya Rp 3 jutaan. Ini minimal punya penghasilan Rp 9 juta. Segmen tentu berubah lagi,” pungkasnya.(aln/jan)