Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Proses Kreatif MI2PER Permudah Menulis Puisi

Proses Kreatif MI2PER Permudah Menulis Puisi

108
Dwitanti Septriyana, S.Pd Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Banyumas
Dwitanti Septriyana, S.Pd Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Banyumas

Pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas X semester dua terdapat materi menulis puisi.Puisi adalah salah satu bagian dari seni, yang proses penciptaaannya menggunakan bahasa tulis sebagai mediumnya.Dalam hal ini memang, manusia dapat berinteraksi dengan orang lain dengan menggunakan bahasa, baik tulis maupun lisan.Keterampilan menulis sangat penting untuk dimiliki siswa, karena dengan menulis siswa dapat mengungkapkan ide dan gagasannya dalam mencapai tujuan tertentu.).Namun , pada kenyataannya ,banyak siswa yang kehabisan ide ketika menulis puisi.Ketika mereka telah menulis setengah puisi mereka bingung unutk mengakhiri puisinya.

Masalah seperti ini sering ditemukan dalam pembelajaran pusi di sekolah ,termasuk di SMA N 1 Banyumas,.Ketika guru memberikan tugas kepada siswa untuk menulis puisi dalam waktu tertentu.Hanya segelintir siswa yang mampu menyelesaikan puisi .Sebagian hanya mampu menyelesaikan setengahnya.Agar hasil pembelajaran yang dicapai dapat maksimal, guru harus kreatif dalam memilih metode yang tepat sehingga dapat membuat pembelajaran lebih menarik,efektif, dan efisien.Di sini penulis menggunakan proses kreatif yang penulis singkat dengan MI2PER (Mencari Ide,Mengendapkan Ide,Penulisan,Editing dan Revisi).

Proses penulisan puisi sebagai proses kreatif adalah cara-cara yang ditempuh oleh seseorang dalam menulis puisi mulai dari mendapatkan ide untuk ditulis menjadi sebuah puisi yang utuh.Proses penulisan tersebut mulai dilakukan dengan upaya penemuan hal-hal yang belum pernah ditemukan oleh orang lain.Oleh karena itu,proses penulisan dilakukan dengan kreatif.

Proses kreatif yang pertama adalah mencari ide.Ide adalah sumber tulisan,tanpa ide seseorang tidak akan mampu untuk menulis apapun,untuk menulis puisi ,siswa harus memiliki ide. Ide dapat bersumber dari pengalaman, sesuatu yang berkesan atau momentum , juga dapat bersumber dari imajinasi .Langkah kedua adalah mengendapkan ide. Siswa dalam menulis puisi membutuhkan proses pengendapan atau perenungan ide.mengendapkan ide artinya bahwa ide yang telah ada kemudian dimatangkan agar dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih sempurna . Proses pengendapan ini terkait dengan bagaimana siswa menyikapi ide yang muncul.bagaimana kata-kata yang akan digunakan untuk menuangkan ide tersebut,struktur penulisannya, bagaimana tata visualnya dan lain sebagainya.Proses pengendapan dapat dilakukan siswa dengan membuat coretan dalam bentuk tulisan bisa juga siswa yang mengendapkan ide dengan cara merenungkan ide selama berjam –jam dan kemudian menuangkannya dalam tulisan serta dengan menuliskan langsung puisi dengan pemilihan kata yang tepat.

Tahap selanjutnya dari proses mencipta adalah menuliskan ide yang ada dalam bentuk puisi.proses menulis artinya bahwa menuangkan atau menumpahkan segala ide yang sudah mengendap dalam diri kita ke dalam bentuk tulisan puisi.Dalam proses ini, hambatan yang sering muncul pada siswa adalah adanya kebuntuan dalam menulis..Jika menghadapi masalah ini,siswa sebaiknya berusaha untuk menyelesaikan tulisan dalam kondisi yang utuh.Meskipun ide itu sudah tidak dapat dilanjutkan lagi.Namun, jika dilihat hasil tulisan puisi yang diciptakan merupakan suatu bentuk yang utuh dan tidak terpotong.

Langkah terakhir adalah editing dan revisi.Hasil puisi yang utuh dan telah selesai ditulis siswa,bukan berarti telah selesai secara sempurna.,perlu adanya proses penyempurnaan tulisan dengan dilakukan proses editing dan revisi.proses editing dan revisi adalah proses perbaikan bentuk atau hasil tulisan yang diciptakan.Proses editing terkait dengan perbaikan dari segi kebahasaan dan penulisan.Adapun revisi terkait dengan proses perbaikan yang berkaitan dengan isi tulisan.

Berdasarkan uraian pembahasan di atas maka penulis menyimpulkan bahwa menulis puisi adalah permainan bahasa yang dirangkum dengan pilihan kata yang menarik,sekaligus pengalaman yang mengesankan diekpresikan ke dalam pusi .Menulis puisi merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat sehingga harus dikuasai oleh siswa.Menulis puisi dapat membantu siswa mengenali kemampuan potensi dirinya.Jadi,dalam kegiatan menulis hendaknya guru memperhatikan siswa dan menciptakan pengajaran yang kreatif dan menyenangkan bagi siswa.

Dwitanti Septriyana, S.Pd
Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Banyumas