Beranda Jateng Protes Anggaran, Suporter Persikaba Blora Aksi Tunggal Keliling Kota

Protes Anggaran, Suporter Persikaba Blora Aksi Tunggal Keliling Kota

42
BERBAGI
Lilik Yulianto melakukan aksi jalan kaki sebagai bentuk protes minimnya anggaran yang diberikan Pemkab ke Persikaba. FOTO:CHANDRA FEBRIAN

JATENGPOS.CO.ID. BLORA– Lilik Yuliyanto, supporter Persikaba Blora kembali membuat sensasi dengan melakukan aksi tunggal jalan kaki kelilling kota Blora. Aksi tersebut merupakan bentuk protes lantaran anggaran yang dikucurkan Pemkab Blora untuk tim kebanggan warga Blora di rasa sangat kurang.

Rangkian aksi jalan kaki Lilik dimulai dari lapangan stadion Kridosono menuju Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) berlanjut ke kantor Setda Blora dan berakhir di kantor KONI.

Lilik mengatakan, aksi ini dilakukan karena rasa keprihatinan dan kepedulian kepada tim Persikaba. Dia menuding pemkab Blora sudah tidak peduli dengan sepak bola. Sebab dengan anggaran yang diberikan pemkab saat ini, dirasa sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan tim. Karena pada tahun ini pemkab hanya memberikan anggaran sebsear 300 juta ke PSSI Blora.

‘’Itupun oleh PSSI masih dibagi – bagi untuk pembinaan usia dini, penyelenggaran kompetisi sisanya baru ke Persikaba, apakah cukup dana 300 juta untuk mengelola sebuah tim,’’ kata Lilik.

Sebelumnya aksi berjalan kaki juga pernah dilakukan oleh Lilik Yuliantoro. Namun aksi kali itu terbilang edan, sebab dia nekat berjalan kaki dari Blora menuju Semarang menuju kantor PSSI Provinsi. Tujuannya memohon perhatian agar fasilitas dan sarana stadion Kridosono ditingkatkan. ‘’pihak provinsi siap membantu untuk pembangunan stadion kridosono,’’ kata Lilik.

Sementara itu, Ketua PSSI kabupaten Blora Agung Pambudi juga prihatin dengan anggaran yang diterima PSSI. Agung membeberkan pemkab memberikan anggaran sebesar 7,1 miliar ke KONI. Namun anggaran sebesar itu terbagi menjadi dua, cabor olahraga menerima 2,4 Miliar sedangkan sisanya sebesar 4,7 Miliar dialokasikan untuk pembinaan atlit guna mengikuti pekan olahraga pelajar provinsi (Porpov).

‘’Dari anggaran 2,4 Miliar PSSI hanya menerima 300 juta,’’ kata Agung.

Padahal, demi mendongkrak prestasi di liga 3 Jateng, management Persikaba telah berbenah dengan mendatangkan pelatih berpengalaman Soni Kurniawan. ‘’apa cukup anggaran itu untuk gaji pemain, pelatih dan official tim?? belum kebutuhan tim lainnya guna mengarungi liga 3 Jateng ini,’’ tukasnya. (feb/muz)