Beranda Ekonomi PT Charoen Pokphand Luncurkan Gema 100 Juta Telur

PT Charoen Pokphand Luncurkan Gema 100 Juta Telur

Dukung Program Pemerintah

294
PERUNGGASAN : Launching Gema 100 Juta Telur yang dilakukan PT Charoen Pokphand Indonesia di SD Djama’atul Ichwan, Laweyan, Solo, Rabu (11/9).
PERUNGGASAN : Launching Gema 100 Juta Telur yang dilakukan PT Charoen Pokphand Indonesia di SD Djama’atul Ichwan, Laweyan, Solo, Rabu (11/9).

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – PT Charoen Pokphand Indonesia meluncurkan Gerakan Makan (Gema) 100 Juta Telur yang telah dicanangkan oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian dan Kementerian Pertanian (Kemenko) di SD Djama’atul Ichwan, Laweyan, Rabu (11/9).

Sebagai langkah awal mereka menggandeng Syarikat Islam untuk mendistribusikan 3,2 juta butir telur di jaringan sekolah milik organisasi tersebut di beberapa wilayah Indonesia. Komisaris PT Charoen Pokphand Indonesia, Suparman mengatakan, sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perunggasan pihaknya siap mendukung program pemerintah Gema 100 juta telur. Menurutnya langkah tersebut merupakan salah satu cara meningkatkan industri perunggasan serta menjaga harga unggas tetap stabil.

“Pemerintah melihat bahwa industri perunggasan sudah maju sekali, sehingga industri telur tentunya tidak bisa terus terus ditetaskan seluruhnya sekarang. Pemerintah berinisiatif untuk menyelamatkan perunggasan Indonesia dengan mengurangi telur-telur yang dari breeding farm dengan program 100 juta telur ini,” ujarnya di sela peluncuran Gema 100 Juta Telur di Solo.

Selain itu, lanjutnya, dengan program tersebut sekaligus juga untuk meningjatkan kesehatan dan kecerdasan anak melalui kecukupan gizi dengan mengkonsumsi telur. Karena itu, PT Charoen Pokphand Indonesia melalui gerakan tersebut menyasar sekolah-sekolah, baik PAUD, TK, SD dan SMP sebagai sasaran distribusi 10 juta telur yang akan dilaksanakan hingga akhir September mendatang.

“Ini akan memperbaiki gizi anak-anak dan meningkatkan kecerdasan anakanak sekolah,” imbuhnya.

Sedangkan Asisten Deputi Peternakan dan Perikanan Kemenko Perekonomian, Toni Nainggolan mengatakan, dengan adanya program tersebut diharapkan mampu meningkatkan angka konsumsi telur di Indonesia yang saat ini masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga. Ia mencontohkan di Malaysia saat ini angka konsumsi telur per tahun rata-rata mencapai 320 butir. Sedangkan di Thailand 220 butir dan di Philipina sebanyak 217 butir per tahun.

“Indonesia angkanya masih 111 butir per tahun. Artinya masih tertinggal dan kegiatan ini diharapkan bisa mendorong peningkatan konsumsi telur sehingga angka kecukupan gizi bisa naik. Sebab tidak bisa dipungkiri, tingkat gizi juga mempengaruhi perkembangan kecerdasan bangsa dan juga perekonomian,” urainya.

Ketua Umum Syarikat Islam, Hamdan Zoelva mengucapkan terima kasih kepada PT Charoen Pokphand Indonesia yang telah mempercayakan distribusi Gema 100 juta telur kepada Syarikat Islam.

“Meski dalam waktu singkat, namun kami telah mengumpulkan data dari 345 sekolah tingkat SMP ke bawah di bawah Syarikat Islam dengan jumlah siswa mencapai 28.800 anak untuk program ini. Dan SD Djama’atul Ichwan ini kami pilih sebagai lokasi pertama karena Solo merupakan kota kelahiran Syarikat Islam yang dulunya bernama Sarekat Dagang Islam,” ujarnya.

Ia berharap dengan gerakan ini bisa mengurangi stunting dan kurang gizi di Indonesia. “Sehingga generasi sehat dan kita terhindar dari lost generation,” pungkasnya. (Jay/bis/rit)