Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Puasa, Semangat Belajar Jalan Terus!

Puasa, Semangat Belajar Jalan Terus!

BERBAGI
Suyanti, S.Pd.SD. Guru SDN Pekutan, Bayan, Purworejo
Suyanti, S.Pd.SD. Guru SDN Pekutan, Bayan, Purworejo

JATENGPOS.CO.ID, – Puasa bukan menjadi halangan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Lemas, haus, dan lapar bukan menjadi alasan untuk tidak beraktivitas. Dengan puasa, akan menambah motivasi untuk melakukan hal yang baik. Karena pahala yang akan kita dapatkan akan dilipatgandakan. Bulan puasa menjadi ajang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Kebaikan yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT.

Dibulan puasa, beberapa hari sebelum Idul Fitri siswa masih  diwajibkan untuk masuk sekolah. Puasa dan belajar sama-sama kewajiban yang harus dilakukan umat muslim. Seperti telah disebutkan dalam Al-Qur’an  surah Al-Baqarah: 183 “ Wahai orang-orang yang berima, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-prang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa”. Dan sabda Rasullullah SAW “Mencari ilmu (belajar) wajib hukumnya bagi setiap orang Islam”. Di sekolah akan mendapatkan pelajaran agama yang sering disebut pesantren kilat. Dimulai dengan membaca surat-surat pendek untuk kelas bawah dan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an untuk kelas atas, kemudian mendengarkan cerita-cerita nabi dan Rasul. Namun, masih banyak siswa yang mengantuk bahkan cerita sendiri dengan temannya saat mendengarkan cerita-cerita yang disampaikan oleh guru. Biasanya karena cerita yang disampaikan sudah pernah diceritakan sebelumnya atau pernah didengarkan ditempat lain. Hal ini menjadi tantangan bagi guru pesantren kilat untuk lebih menarik siswa supaya mau konsentrasi dengan cerita yang disampaikan.

Penyampaian cerita sangatlah penting. Tidak hanya isi cerita, tetapi cara pembawaan dari guru harus menarik perhatian siswa untuk mendengarkan. Salah satu cara untuk menarik perhatian siswa dengan menggunakan media pembelajaran misalnya: menggunakan boneka tangan untuk memperagakan peran tokoh cerita. Akan lebih baik kalau suara si tokoh cerita berbeda-beda disesuaikan dengan karakter tokoh. Boneka tangan akan menarik perhatian siswa sehingga isi dari cerita dapat sampai dengan baik. Dan akan menjadi pesantren kilat yang takkan terlupakan.

Media pembelajaran boneka tangan dapat dibuat sendiri dengan menggunakan kain perca. Jika tidak mempunyai mesin jahit, dapat dijahit tangan. Boneka tangan dibuat disesuaikan dengan karakter tokoh pada cerita supaya lebih menarik. Kreativitas pembuat boneka tangan sangat diperlukan atau dapat mencontoh yang sudah ada di internet. Semakin banyak tokoh yang dibuat maka akan semakin menarik.

Boneka tangan merupakan media pembelajaran yang praktis, karena dapat dilipat dan mudah dibawa kemana-mana. Perawatannya juga sangat mudah, hanya dengan menyimpannya ditempat yang kering. Boneka tangan tidak hanya untuk karakter manusia saja. Hewan dan tumbuhan juga dapat dibuat dengan sedikit sentuhan kreatifitas. Dengan adanya hewan dan tumbuhan akan membuat suasana semakin hidup.

Menumbuhkan semangat belajar saat berpuasa sudah menjadi tugas guru di sekolah. Belajar tentang agama di sekolah saat bulan puasa sudah menjadi rutinitas setiap tahun. Siswa diharapkan dapat memahami makna dari bulan puasa, bukan hanya ikut-ikutan saja. Meskipun sedang berpuasa tetapi semangat belajar tidak boleh berkurang. Puasa jalan, semangat puasa juga harus jalan. Jadi aktifitas sehari-hari tetap seimbang. Sebagai insan yang beragama, harus memahami bahwa belajar tidak hanya untuk pengetahuan umum saja. Pengetahuan tentang agama sangatlah penting untuk bekal nanti di akhirat. Keduanya harus seimbang dan diajarkan sejak dini, supaya nanti kelak dewasa sudah mempunya pondasi keimanan yang kokoh.

Suyanti, S.Pd.SD.

Guru SDN Pekutan, Bayan, Purworejo

         

BERBAGI