Beranda Semarang Putra-putri Papua di Semarang Gelar Syukuran Kelulusan

Putra-putri Papua di Semarang Gelar Syukuran Kelulusan

457
BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Papua Semarang menggelar tasyakuran kelulusan sembilan wisudawan putra putri Papua dari berbagai universitas.

Kesembilan mutiara itu berasal dari universitas dan daerah yang berbeda beda di Papua. Tolikara, Nabire, Lani Jaya, Intan Jaya, Puncak Jaya, Jayawijaya, Timika, Universitas Diponegoro (UNDIP), Uniersitas 17 Agustus (UNTAG), Universitas Katolik Soegijapranata (UNIKA), dan Unisbank.

Acara yang berlangsung dengan meriah dan penuh rasa kekeluargaan ini dihadiri setidaknya 100 undangan yang terdiri dari mahasiswa Papua di seluruh Pulau Jawa, Pendeta, Koordinator Mahasiswa Papua Semarang – Salatiga, Orang Tua Wisudawan dan Wisudawati dan Koordinator Mahasiswa Papua di Semarang.

Ada banyak hal yang menarik dalam rangkaian acara syukuran kali ini. Salah satunya adalah upacara bakar batu yang dilakukan di tengah tengah hutan di area Tinjomoyo, Semarang.

Salah satu wisudawati Nofi Yigibalom asal Lani Jaya yang berkuliah di UNDIP berhasil lulus dari program pembiayaan PPSDM Kementerian Kesehatan. Ia menjelaskan bahwa tidak ada kata-kata yang mampu menggambarkan perasaan kebahagiaan yang dia rasakan kini.

“Semuanya campur aduk jadi satu, bahagia, dan sangat bersyukur sekali dapat mencapai titik ini, menjadi master dalam ilmu kesehatan lingkungan. Ilmu yang dipelajari dapat diaplikasikan untuk memajukan Papua,” ujarnya.

Selanjutnya master ilmu kesehatan lingkungan ini menjelaskan bahwa pemerintah di Papua sangat memperhatikan dan mendukung putra-putri Papua untuk mengeyam pendidikan yang lebih tinggi. Bukti nyatanya pemerintah daerah kabupaten Lani Jaya memfasilitasi biaya pendidikan dan tempat tinggal para mahasiswa bumi Cendrawasih yang sedang menuntut ilmu di Tanah Jawa.

“Harapannya adalah semoga pemerintah memberikan perhatian lebih kepada mahasiswa yang sedang studi di tanah Jawa ini misalnya dengan memberikan uang saku,” jelasnya lagi.

Perasaan yang sama juga dialami oleh Lutius Kogoya, master dalam ilmu administrasi negara dari Universitas 17 Agutus 1945 UNTAG Semarang.

“Saya berharap bahwa dengan ilmu yang saya dapatkan saya bisa memajukan daerah saya, selanjutnya saya juga berterima kasih kepada pemerintah kabupaten Lanny Jaya,Pemerintah kabupaten Tolikara pernah membantu studi akhir selama penyusunan skripsi maupun tesis,” papar dia.

Menurutnya pemerintah sekarang juga cukup memberikan perhatian pada mahasiswa papua yang sedang berkuliah di Jawa. Meskipun biaya pendidikannya dari S1 hingga S2 berasal dari kantongnya sendiri namun pemerintah daerah menyiapkan dan memfasilitasi tempat tinggal atau rumah kontrakan bagi mahasiswa Papua. (int/hfd)

BERBAGI