Beranda Travelling Hotel Quest Ajak Karyawan Napak Tilas Sejarah Kota Lama

Quest Ajak Karyawan Napak Tilas Sejarah Kota Lama

134
NAPAK TILAS : Wahyu Setyo Budiwan (tengah) General Manager Quest Hotel Simpanglima foto bersama peserta napak tilas di salah satu sudut Kawasan Kota Lama Semarang.
NAPAK TILAS : Wahyu Setyo Budiwan (tengah) General Manager Quest Hotel Simpanglima foto bersama peserta napak tilas di salah satu sudut Kawasan Kota Lama Semarang.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 tahun bisa dilakukan dengan cara apa saja, seperti yang dilakukan Quest Hotel Simpanglima. Dimana Quest mengajak karyawan melakukan napak tilas ke gedung-gedung bersejarah di Kota Lama Semarang.

Tidak sekedar konvoi dalam giat napak tilas peejuangan tersebut, Quest hotel juga mengajak karyawanya melalukan giat lombalomba tradisional yang dihelat di salah satu sudut Kawasan Heritage Kota Lama Semarang. Dengan berjalan kaki dan beberapa ada yang menuntun sepeda ontel melalui rute yang telah ditentukan, para peserta diajak menelusuri jejak sejarah gedung-gedung yang dilewati.

Salah satu yang menarik ialah Akar Tembok atau Rumah Akar. Bangunan ini dihiasi oleh akar dari pohon-pohon yang tumbuh alami dan menjadi salah satu spot yang ramai dikunjungi masyarakat luas. Wahyu Setyo Budiwan, General Manager Hotel Quest Simpanglima Semarang mengatakan, kegiatan tersebut sebagai dukungan terhadap pemerintah Kota Semarang untuk mempromosikan Kota Lama yang kini menjadi destinasi wisata favorit di Semarang.

“Harapannya rekan-rekan dari karyawan Quest sepulang dari sini, selain semakin kuat jiwa patriotismenya juga akan lebih fasih untuk menyampaikan informasi terkait kota lama terhadap tamu menginap dan berkunjung di Quest Hotel yang letaknya tak jauh dari Kawasan Kota Lama Semarang,” ujarnya, di tengah perjalanan giat napak tilas, belum lama ini.

Tepat di gedung NHM – Nederlandsche Handel Maatschappij, para peserta napak tilas diajak untuk ikut lomba permainan tradisional yang mampu menarik perhatian wisatawan atau masyarakat yang tengah melintas di gedung bersejarah tersebut. Wahyu Menambahkan, tak hanya di gedung NHM – Nederlandsche, perjalanan berikutnya di gedung PKPRI hingga tahun 1980-an.

Para peserta napak tilas juga menggelar lomba lainya diantaranya, balap karun, balap kelereng.

“Semoga napak tilas ini dapat menjadi momentum dalam menunjukkan bahwa sejarah juga penting untuk diketahui, dimengerti dan dipelajari sebagai bentuk usaha menghargai perjuangan para pahlawan,” pungkasnya. (ucl/mar)