Beranda Ekonomi Rail Clinic Sambangi Stasiun Gubug

Rail Clinic Sambangi Stasiun Gubug

179
Rail Clinic Sambangi Stasiun Gubug
Rail Clinic Sambangi Stasiun Gubug

JATENGPOS.CO.DI, PURWODADI– Dalam rangka melaksanakan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) di sejumlah jalur rel kereta api, Selasa, 13 Agustus 2019 bertempat di Stasiun Gubug, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang melaksanakan berbagai kegiatan bakti sosial. Kegiatan yang digelar meliputi pengobatan gratis, pembagian kaca mata gratis, penyuluhan kesehatan dan sosialisasi aturan perkeretaapian, pembagian sejumlah bantuan CSR untuk dunia pendidikan serta pemberian berbagai souvenir hiburan lainnya.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro mengatakan, CSR dengan melibatkan sarana khusus perkeretaapian yang diberi nama Rail Clinic ini sudah menjadi agenda tahunan di wilayah PT KAI Daop 4 Semarang, sejak 2016 yang lalu. Adapun pada tahun 2016 telah dilaksanakan di Stasiun Weleri dan Stasiun Kedungjati, kemudian di tahun 2017 telah dilaksanakan di Stasiun Mangkang dan Stasiun Randublatung, serta tahun 2018 juga telah dilaksanakan di Stasiun Kradenan, Stasiun Gundih dan Stasiun Kaliwungu.

“Untuk tahun 2019, PT KAI Daop 4 Semarang melaksanakan kegiatan Rail Clinic di 3 lokasi stasiun yakni di Stasiun Alastua pada tanggal 28 Maret 2019, Stasiun Gubug pada hari ini, dan selanjutnya rencana akan dilaksanakan di Stasiun Comal,” katanya.

Dijelaskan, pada tahun 2015 lalu, untuk pertama kalinya KAI meluncurkan Rail Clinic yang dianugerahi rekor MURI sebagai kereta kesehatan pertama di Indonesia. Rail Clinic merupakan wujud kepedulian sosial sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) KAI dibidang kesehatan. Tujuannya adalah untuk memberikan bantuan kesehatan gratis kepada masyarakat yang sulit menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan.

Hingga tahun 2018 PT KAI (Persero) sudah meluncurkan 4 generasi Rail Clinic. Dan di tahun yang sama pula, KAI mengoperasikan Rail Library atau Kereta Pustaka. Rail Library ini dirangkaikan dengan Rail Clinic generasi ke-4 yang di dalamnya menyediakan ratusan buku bacaan, dan dilengkapi pula dengan fasilitas e-library atau perpustakaan elektronik berupa 6 buah monitor layar sentuh dengan database berbagai bacaan, video edukatif, dan lagu anak-anak yang terkoneksi dengan internet.

Rail Clinic Sambangi Stasiun Gubug
Rail Clinic Sambangi Stasiun Gubug

Pada kesempatan ini, PT KAI Daop 4 Semarang memberikan pelayanan kesehatan kepada 300 masyarakat sekitar Stasiun Gubug secara gratis mulai pukul 08.00–14.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan primer atau pelayanan tingkat pertama meliputi pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, pelayanan kebidanan, pemeriksaan kesehatan mata, pemeriksaan laboratorium sederhana, pelayanan farmasi, serta penyuluhan kesehatan maupun keselamatan dan keamanan di perkeretaapian.

“Daop 4 telah menyiapkan tim kesehatan yang terdiri dari 4 Dokter Umum, 1 Dokter Gigi, 2 Bidan, 6 Perawat Umum, 2 Perawat Gigi, 1 Apoteker, dan 1 Assisten Apoteker,” jelasnya.

Menurutnya, pelayanan kesehatan gratis dengan Rail Clinic sudah menjadi program rutin PT KAI sebagai salah satu bentuk kepedulian KAI kepada masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar jalur KA dan jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan.

“Semoga dengan adanya layanan Rail Clinic dan Rail Library di Stasiun Gubug ini, dapat membantu meningkatkan kesehatan dan minat baca masyarakat, serta dapat lebih peduli terhadap keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api,” ungkapnya.

Sementara, pada kegiatan ini, selain melaksanakan pengobatan gratis, pihak PT KAI Daop 4 Semarang juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat sekitar Gubug diantaranya pemberian 39 kacamata secara gratis kepada siswa SDN 1, 3, 4, 7 Gubug dan SD Muhammadiyah Gubug; serta bantuan alat-alat olah raga kepada warga RT 01 Kuwaron dan SD Muhammadiyah Gubug.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan bakti sosial yang melibatkan sarana Rail Clinic Generasi ke-4 ini, bisa menjadi ajang mempererat tali silaturrahmi antara pihak PT KAI dengan masyarakat sekitar jalur rel,” tegasnya.

Melalui silaturrahmi yang baik ini, selanjutnya bisa terjalin kerja sama dan komunikasi yang harmonis antara pihak PT KAI dengan masyarakat sekitar jalur rel dalam memajukan transportasi massal berbasiskan rel.(aln/mar)