Beranda Jateng Ratusan Buruh Garmen Geruduk Disnaker, Ini Tuntutannya

Ratusan Buruh Garmen Geruduk Disnaker, Ini Tuntutannya

83
BERBAGI
Ratusan buruh pabrik garmen, PT Holi Karya Sakti mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang, jln Ki Mangun Sarkoro, Jumat (30/11/2018).

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Ratusan buruh pabrik garmen, PT Holi Karya Sakti mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang, jln Ki Mangun Sarkoro, Jumat (30/11/2018).

Para buruh menolak adanya relokasi pabrik baru ke Desa Daplang, Kec Gubug, Kabupaten Grobogan, dan menuntut adanya pesangon yg layak bagi para buruh, sesuai dengan ketentuan UU Ketenagakerjaan.

Dikatakan oleh Ketua Serikat Pekerja (PSP) Nasional, PT Holi Sakti Karya, Abdul Aziz bahwa agenda hari ini selain menyuarakan dua poin yang menjadi tuntutan para buruh adalah melakukan mediasi antara perusahaan dengan perwakilan buruh.

“Terdata dari 480 jumlah karyawan, sekitar 365 yang menolak relokasi. Ini adalah relokasi tahap kedua dan sebab penolakannya berdasar pengalaman karyawan yang mengikuti relokasi tahap pertama”, jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pada tahap pertama relokasi, ratusan karyawan dijanjikan menikmati UMK Kota Semarang selama lima tahun.

“Tapi nyatanya, hanya dua tahun setelah itu pakai UMK Grobogan, yang tingkat kesejahteraannya jauh di bawah kota Semarang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa masalah kesejahteraan di perusahaan tidak hanya itu, contoh lainnya adalah uang makan hanya Rp 400.

“Beli gorengan saja masih kurang,” jelasnya.

Salah seorang buruh, Rofiah (46) warga Brumbung, Demak,  yang sudah bekerja selama 28 tahun menolak relokasi karena keterbatasan fisik.

“Saya sudah tua,  jarak pabrik juga jauh terlalu jauh, dan suami saya sendiri  ndak  mengizinkan,” tandasnya. (ita/drh)

 

BERBAGI