Beranda Jateng Ratusan Warga Pilih Bertahan di Pengungsian Merapi

Ratusan Warga Pilih Bertahan di Pengungsian Merapi

BERBAGI
Sejumlah warga mengungsi di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (21/5). Ratusan warga lereng Gunung Merapi mengungsi untuk mencari tempat aman di Balai Desa karena hujan abu akibat letusan freatik Gunung Merapi yang terjadi pada Senin pukul 17.50 petang, setelah letusan freatik pukul 01.25 WIB dan pukul 09.38 WIB. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Ratusan warga Dusun Stabelan, Desa Tlogolele, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, hingga Selasa pagi masih bertahan di pengungsian tempat penampungan sementara (TPS) balai desa setempat, terkait peningkatan status aktivitas Gunung Merapi dari normal menjadi waspada.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinung, ada 362 jiwa warga Dusun Stabelan yang mengungsi karena jaraknya paling dekat dengan puncak, yakni sekitar 3,5 kilometer sejak Senin (21/5) malam hingga Selasa ini.

Dia mengatakan bahwa kondisi warga sehat-sehat saja, karena sukarelawan dari Tim BPBD Boyolali bersama Dinas Sosial, PMI, anggota kepolisian, dan TNI naik ke Desa Tlogolele sejak Senin (21/5) malam.

“Kami selain mengirimkan logistik juga sebanyak 4.500 masker untuk warga. Mereka ditampung di TPS balai desa setempat yang dekat dengan jalan sehingga sewaktu-waktu status Merapi dinaikan bisa langsung diungsikan ke wilayah Magelang yang lebih dekat,” katanya.

Menurut dia, para pengungsi kebanyakan anak-anak dan ibu-ibu, sedangkan yang laki-laki dewasa melakukan siaga desa, dan mereka ronda menjaga kampungnya sekaligus memantau perkembangan terbaru Merapi.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat dengan status normal menjadi waspada Merapi, agar waspada, saling koordinasi, selalu menjaga kebersamaan, dan bergotong royong.

“Status Merapi ada empat yakni normal, waspada, siaga, dan awas. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menginformasikan status Merapi dinaikan dari normal menjadi waspada sejak Senin (21/5) malam. Merapi mengalami lutusan empat kali diikuti dengan terjadinya gempa vulkanik dan tremor,” katanya. (hfd/ant)

BERBAGI