Beranda Jateng Revitalisasi Kota Lama Capai 35 Persen

Revitalisasi Kota Lama Capai 35 Persen

75
BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Progres proyek revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah sampai saat ini sudah mencapai 35 persen, sebagaimana disampaikan koordinator pelaksana proyek tersebut.

“Kami terus kebut. Saat ini sudah proses pengerjaan saluran, ‘ducting’, dan pemasangan batu andesit,” kata Site Operasional Manager PT Brantas Abipraya, Dimas Yudha Pradipta di Semarang, Rabu.

Diakuinya, pengerjaan proyek revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang memang sempat molor karena adanya perubahan desain, termasuk penggantian material paving dengan batu andesit.

Dengan adanya perubahan desain, kata dia, berpengaruh terhadap jadwal penyelesaian proyek sehingga akan dilakukan percepatan pembangunan drainase agar terkoneksi dengan Sungai Semarang.

“Ada pemasangan tiang pancang di kawasan Berok dan Bubakan. Kami juga melakukan percepatan revitalisasi. Apalagi, sebentar lagi kan sudah memasuki musim hujan,” katanya.

Meski demikian, kata dia, pengerjaan saluran akan segera diselesaikan seluruhnya dan dialirkan ke Sungai Semarang, sementara pengerjaan dipastikan mundur dari jadwal Desember 2018.

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan pemasangan batu andesit tahap awal dimulai dari Jalan Letjen Suprapto.

Rencana semula, kata dia, jalan tersebut dipasang paving, tetapi dari tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang meninjau lokasi menginginkan ada batu andesit.

“Setelah Kementerian PUPR meninjau lokasi, mereka menginginkan persentase pemasangan batu andesit 50 persen. Ya, untuk menambah estetika kawasan Kota Lama Semarang,” kata Ita, sapaan akrabnya.

Untuk jalan-jalan lainnya di bagian terluar kawasan Kota Lama, kata dia, seperti Jalan Mpu Tantular dan Cenderawasih nantinya hanya akan dipasangi paving sebagaimana biasanya.

“Untuk area luar, seperti Jalan Mpu Tantular dan Cenderawasih hanya paving biasa. Kami juga mengundang ahli lansekap terkait keindahan Kota Lama. Jadi, tidak perlu bekerja dua kali,” kata Wakil Wali Kota Semarang itu.(fid/ant)

BERBAGI