Beranda Semarang Rifan, Bayi 800 Gram Akhirnya Diperbolehkan Pulang

Rifan, Bayi 800 Gram Akhirnya Diperbolehkan Pulang

23
BERBAGI
Sriatun gendong Rifan Dian Syahputra bayi lahir prematur didampingi dokter, perawat dan Humas RSI Weleri bersiap pulang setelah menjalani perawatan selama hampir empat bulan. FOTO:ADYE VIANT/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID. KENDAL – Lahir secara prematur dengan berat awal 800 gram, bayi yang merupakan buah hati dari pasangan Sriatun dan Yoki Aprilia Aan Syahputra warga Desa Kalibalik RT 01 RW 04 Kecamatan Banyuputih kini kondisinya semakin membaik dan sudah diperkenankan pulang.

Selama hampir empat bulan jalan, bayi yang lahir dengan berat tidak ad satu kilogram tersebut kini berat badan meningkat menjadi 2500 gram. Sebagai pasien BPJS PBI yang tergolong dari keluarga tidak mampu tersebut tak menyangka mendapat hidayah dengan digratiskan selama perawatan.

Proses kelahiran yang tidak umum seperti biasanya tersebut, saat ini kondisinya semakin menggemberikan setelah dirawat selama tiga setengah bulan sejak bulan November 2017 lalu oleh dokter dan perawat di Rumah Sakit Islam Weleri Kendal.

Raut sumringah dan bahagia terpancar di wajah Sriatun ibu yang melahirkan buah hatinya yang kedua tersebut. Dia merupakan pasien BPJS PBI yang menjalani perawatan proses kelahiran secara prematur di RSI Weleri.

“Alkhamdulilah lahir dengan selamat. Trimakasih kepada pihak rumah sakit terutama dokter dan perawat yang telah membantu persalinan ini,” ujarnya saat ditemui di ruang Lukman bagian Perinatologi RSI Weleri,  kemarin.

Ia mengaku senang dan bahagia, begitu bayi yang dilahirkannya itu kini dibebaskan seluruh biaya pengobatan maupun perawatan selama proses kelahiran di RSI Weleri. “Sangat senang sekali mas, bayi kami lahir selamat. Apalagi seluruh biaya yang seharusnya menjadi tanggungan dibebaskan,” akunya.

Direktur RSI Weleri drg. R Ibnu Darmawan M,Kes mengatakan berat badan bayi yang tidak normal dengan lahir secara prematur memang membutuhkan penanganan yang tidak mudah. Dokter dan perawat secara intens merawat bayi tersebut, hingga kondisi bayi kini semakin tumbuh baik.

“Bisa dibayangkan lahir dengan berat awal hanya 800 gram, kini meningkat menjadi 2.500 gram setelah dilakukan perawatan selama hampir empat bulan. Bagi kami, ini merupakan sejarah merawat pasien selama 3,5 bulan tersebut,” kata dia didampingi Humas RSI Weleri, Farid.

Disampaikan, kerja keras dokter dan perawat yang secara intens melakukan pendampingan dan perawatan mulai proses kelahiran membutuhkan kinerja ekstra. Terlebih segala kebutuhan yang seharusnya menjadi kewajiban pasien juga dibebaskan dengan kata lain digratiskan.

“Padahal segala kebutuhan yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Namun, hal itu sudah menjadi tanggung jawab kami selaku pihak RSI Weleri yang menjadi provider BPJS untuk melayani pasien,” terang Ibnu.

Dia menambahkan, bayi yang lahir pada 26 Oktober 2017 tersebut oleh kedua orang tuanya diberi nama Rifan Dian Syahputra tersebut saat ini sudah bisa pulang. Pihak dokter juga sudah memberikan edukasi kepada ibu bayi dalam menanganinya selama merawat di rumahnya dengan baik.

“Kami dari RSI Weleri juga memberikan kebutuhan bayi selama perawatan dirumah. Apalagi ibu bayi juga sudah diberikan edukasi oleh dokter agar merawatnya dengan baik. Saya sampaikan selamat semoga menjadi anak yang berguna bagi agama, keluarga dan bangsa,” pungkasnya. (via/muz)

BERBAGI