Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Role Play: Metode Inovatif yang Efektif

Role Play: Metode Inovatif yang Efektif

BERBAGI
Dra. Tipuk Ida Kristiyati Guru SMA Negeri 3 Purworejo
Dra. Tipuk Ida Kristiyati Guru SMA Negeri 3 Purworejo

JATENGPOS.CO.ID, – Pernahkan guru menghadapi siswa yang tidak semangat dalam mengikuti kegiatan belajar di kelas? Jawabannya sering. Sebagai contoh adalah keadaan ketika siswa pada jam pelajaran terakhir sudah lelah menerima pelajaran ditambah guru yang monoton ketika memberikan pelajaran. Siswa-siswa yang jarang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar, entah karena tidak paham, malu, atau malas untuk berpartisipasi juga merupakan contoh lain yang menjadi permasalahan dalam kegiatan belajar mengajar. Situasi tersebut tentu tidak mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Akan lebih menjadi masalah lagi jika siswa menganggap enteng salah satu mata pelajaran. Menganggap enteng di sini dapat disebabkan karena siswa tidak menyukai mata pelajaran tersebut, bosan dengan metode pembelajaran yang itu-itu saja, atau bahkan materi yang terlalu susah hingga membuat siswa menyerah. Salah satu mata pelajaran di sekolah yang dapat masuk ke dalam masalah ini adalah Bahasa Inggris.

Mata pelajaran Bahasa Inggris dapat menjadi mata pelajaran yang tidak disukai oleh siswa. Belajar bahasa asing yang tidak setiap hari digunakan oleh siswa mengharuskan ada usaha lebih dari siswa. Tidak semua siswa dapat menguasai bahasa Inggris dengan baik. Jangankan menguasai, untuk menyukai bahasa Inggris saja sudah cukup baik. Padahal dalam hal ini tugas guru Bahasa Inggris adalah tidak hanya membantu siswa untuk menyukai pelajaran Bahasa Inggris namun juga untuk menguasainya.

 

Role Play

Harus diakui bahwa guru memang bertugas membantu siswa untuk menguasai materi pelajaran. Sebelum memulai tahap penguasaan, sebaiknya siswa dibantu terlebih dahulu untuk menyukai pelajaran Bahasa Inggris. Untuk menarik minat siswa agar mau mempelajari Bahasa Inggris, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan metode pelajaran yang menyenangkan.

Metode pelajaran yang menyenangkan tidak berarti bahwa materi yang harus diajarkan pada siswa malah tidak tersampaikan. Ingatlah bahwa guru dituntut untuk selalu berinovasi. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan role play. Role play atau bermain peran lebih akrab dikenal sebagai drama. Dalam metode ini, siswa dapat meningkatkan kemampuan reading, writing, listening, dan juga speaking. Meskipun, terkadang penggunaan metode role play diutamakan untuk meningkatkan kemampuan speaking karena semakin sering siswa berbicara dalam bahasa Inggris maka diharapkan kemampuan speaking siswa pun akan meningkat.

Role play dapat diilustrasikan sebagai berikut pertama-tama, siswa-siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Selanjutnya siswa-siswa tersebut diminta untuk membaca sebuah cerita. Dalam hal ini diharapkan kemampuan reading siswa akan meningkat. Cerita yang dibaca oleh siswa tersebut dapat disiapkan sendiri oleh siswa atau disiapkan oleh guru. Guru juga dapat menentukan jenis cerita tersebut. Guru juga dapat memberikan dongeng dari berbagai negara yang mungkin belum diketahui siswa. Cerita yang tidak biasa diketahui oleh siswa lebih baik dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk menginterpretasikan isi cerita yang dimaksud.

Setelah selesai membaca cerita, siswa diminta untuk menulis sendiri naskah drama yang akan mereka pentaskan. Naskah drama yang ditulis oleh siswa merupakan naskah drama dari cerita yang sudah mereka baca sebelumnya. Siswa harus memahami bacaan tersebut untuk membuat naskah drama yang sesuai. Dalam tahap ini, siswa diharapkan meningkatkan kemampuan writing.

Setelah naskah drama tersebut selesai, siswa-siswa dalam kelompok yang sudah dibuat sebelumnya, menampilkan naskah drama mereka dalam bentuk pentas drama. Untuk menampilkan sebuah drama, siswa harus mengucapkan dialog mereka. Dengan demikian, siswa yang mungkin dalam kegiatan belajar mengajar sehari jarang terlibat dalam komunikasi berbahasa Inggris pun harus mengucapkan dialognya yang berbahasa Inggris.

Sebaiknya siswa tidak hanya menghafal naskah yang telah mereka buat. Siswa dapat melakukan improvisasi untuk mengucapkan dialog mereka. Lawan main dalam drama tersebut pun diharapkan memahami apa yang diucapkan oleh pemeran lainnya sehingga aspek speaking dan listening penting dalam pementasan drama. Terpenuhinya aspek reading, writing, speaking, dan listening membuat role play menjadi paket lengkap sebagai metode pembelajaran yang inovatif dan efektif.

Dra. Tipuk Ida Kristiyati

Guru SMA Negeri 3 Purworejo

 

 

 

BERBAGI