Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Role Playing Membuat Belajar IPS Menarik dan Menyenangkan

Role Playing Membuat Belajar IPS Menarik dan Menyenangkan

5
Dhian Rahmawati, S.Pd Guru SD Negeri 4 Lemahjaya, Wanadadi, Banjarnegara

Mempelajari sejarah menjadi salah satu langkah tepat untuk menumbuhkan salah karakter siswa, yaitu nasionalisme. Apalagi saat ini pendidikan karakter sedang ramai digembor-gemborkan. Dengan memahami sejarah bangsa, anak akan semakin bangga dan mencintai bangsa dan negara. Siswa bisa mencontoh dan meneladani tokoh-tokoh nasional yang telah berjuang dalam rangka merebut kemerdekaan Indonesia. Penulis menggunakan metode role playing dalam pembelajaran agar siswa lebih tertarikuntuk belajar sejarah.

 Santoso (2011)  mengatakan bahwa model role playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa yang di dalamnya terdapat aturan, tujuan, dan unsur senang dalam melakukan proses belajar mengajar.

Wikipedia (2012) juga mengemukakan bahwa role playing adalah sebuah permainan yang para pemainnya memainkan peran tokoh-tokoh khayalan dan berkolaborasi untuk merajut sebuah cerita bersama.

Sedangkan menurut Syaiful Bahri Djamarah, Metode role playing (bermain peran) juga dapat diartikan suatu cara penguasaan bahan-bahan melalui pengembangan dan penghayatan anak didik. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan oleh anak didik dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Dengan kegiatan memerankan ini akan membuat anak didik lebih meresapi perolehannya.

Berdasarkan paparan di atas penulis menerapkan metode role playing dalam pembelajaran untuk mengatasi beberapa masalah dalam proses belajar, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif, efisien, dan menarik.

Pembelajaran dengan menggunakan metode role playing, penulis sajikan pada materi muatan IPS Kelas VI, KD 3.4 Memahami makna proklamasi kemerdekaan, upaya mempertahankan kemerdekaan, dan upaya mengembangkan kehidupan kebangsaan yang sejahtera. Dalam topik Tokoh-tokoh Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Langkah-Langkah Penerapan Role Playing dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:1) Guru menyiapkan skenario yang akan ditampilkan; 2) Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum Kegiatan Belajar Mengajar; 3) Guru membentuk kelompok yang anggotanya lima orang (menyesuaikan jumlah siswa); 4) Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai; 5) Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan; 6)Masing-masing siswa berada di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan; 7) Setelah selesai ditampilkan, masing-masing siswa diberi lembar kerja untuk membahas penampilan yang selesai diperagakan; 8) Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya; 9) Guru memberi kesimpulan secara umum; 10) Evaluasi; 11) Penutup

Setelah menggunakan metode pembelajaran Role Playing, terjadi peningkatan motivasi belajar dan minat belajar siswa dari rata-rata 50% menjadi 80%. Juga terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata ulangan yang awalnya 65 menjadi 85.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran Role Playing mempunyai banyak manfaat, di antaranya pembelajaran menjadi lebih menarik dang menyenangkan, siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran, siswa dapat meneladani karakter yang diperankan, serta hasil belajar siswa semakin meningkat.