Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Role Playing Tingkatkan Keterampilan Menyusun Teks Interaksi Transaksional Bahasa Inggris

Role Playing Tingkatkan Keterampilan Menyusun Teks Interaksi Transaksional Bahasa Inggris

135
Sulistyorini, S.Pd. Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Jatisrono
Sulistyorini, S.Pd. Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Jatisrono

Secara umum kendala yang dialami oleh peserta didik dalam pelajaran bahasa Inggris adalah pada penguasaan kosa kata atau vocabolary yang sangat minim. Padahal modal awal yang harus dimiliki peserta didik dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah penguasaan vocabulary. Semakin banyak jumlah kosa kata yang dikuasai maka akan semakin baik pula penguasaan terhadap makna dalam sebuah teks yang berbasis bahasa Inggris.
Kurangnya kemampuan dalam menghafal kosa kata bahasa Inggris bisa disebabkan beberapa hal antara lain, bahasa Inggris itu sulit dihafalkan, penulisan huruf harus tepat beda huruf beda makna jadi sering pemahaman tertukar-tukar, cara pelafalan pun harus tepat, cara mengajar guru yang kurang menarik.

Hal tersebut menyebabkan malas untuk menghafal sehingga berimbas kepada rendahnya penguasaan kosa kata dalam bahasa Inggris.
Kondisi tersebut juga terjadi pada peserta didik kelas VIII d semester genap tahun pelajaran 2018/2019 SMP Negeri 1 Jatisrono. Pada kompetensi dasar 4.7 menyusun teks interaksi lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan menerima informasi terkait sifat orang, binatang, dan benda dengan memprhatikan fungsi sosial, sturktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar sesuai konteks.
Untuk itu perlu dilakukan sebuah tindakan memotivasi peserta didik dalam menghapal vocabulary agar dapat menyusun sebuah teks sederhana. Role playing dianggap paling tepat untuk mengasi kendala pada pembelajaran ini.

Role playing adalah adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankan sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu tergantung kepada apa yang diperankan (Jumanta Hamdayana, 2014 : 189).

Sesuai materi pembelajaran KD 4.7 penerapan metode role playing disesuaikan dengan tujuan pembelajaran setelah peserta didik melakukan peran sesuai materi yaitu kegitan dalam tema my uncle zoo keeper peserta didik bisa menghapal kosa-kata dengan lebih mudah dan mengaplikasikannya dalam menyusun teks.

Langkah-langkah pembelajaran adalah sebagai berikut. Guru menyiapkan beberapa gambar binatang lengkap dengan kegiatan sang pawang, memberikan skenario sesuai gambar binatang dan kegiatan my uncle, guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, peserta didik dalam kelompk memerankan beberapa tokoh binatang dan kegiatan pawang hewan yang sedang dilakukan, peserta didik mengamati skenario yang diperankan, peserta didik lain bergantian memerankan tokoh, guru memberikan lembar kerja, peserta didik menyusun teks, peserta didik mempresentasikan hasil menyusun teks, guru memberikan penegasan, peserta didik menyimpulkan.

Selama proses berperan guru membuat catatan pelafalan yang salah dilakukan oleh peserta didik. Selain itu juga mengamati vocabulary yang digunakan. Hal ini digunakan sebagai acuan untuk memberikan pelurusan lafal dan vocabulary yang salah agar bisa tepat diperankan oleh pemeran selanjutnya.

Role playing yang dilakukan berulang-ulang menjadi sumber perekam memori untuk digunakan dalam menyusun teks. Metode ini ternyata lebih efektif diterapkan. Peserta didik lebih mampu menyusun teks dengan vocabulary yang lebih banyak. Sehingga hasil menyusun teks menjadi lebih sempurna.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa metode role playing mampu meningkatkan penguasaan kosa kata dan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menyusun teks. Tentunya meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Sulistyorini, S.Pd. Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Jatisrono