Beranda Ekonomi Rumah Tipe Menengah ke Atas Kian Diminati di Semarang

Rumah Tipe Menengah ke Atas Kian Diminati di Semarang

28
BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Permintaan rumah kelas menengah atas mendominasi penjualan properti di Kota Semarang. Kondisi tersebut terlihat dari hasil transaksi Property Expo Semarang ke-8 yang dihelat di Mall Paragon, Semarang, mulai 10-21 Oktober 2018.

Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K. Hidayat mengatakan, selama pameran berkangsung, tercatat potensi transaksi penjualan rumah mencapai 25 unit. Dari jumlah tersebut, 15 unit diantaranya merupakan rumah tipe menengah ke atas.

“Ada 25 unit rumah yang terjual, dimana rumah dengan harga di atas Rp 750 juta mendominasi hingga 15 unit, sisanya harga di bawah Rp 350 juta ada 10 unit,” katanya, kemarin.

Ditambahkan, pencapaian penjualan tersebut merupakan sesuatu yang menarik. Kondisi tersebut menunjukkan jika kemampuan daya beli masyarakat mulai membaik.

“Ini angka menarik dimana market sekarang menunjukkan kemampuan daya beli, khususnya harga di atas Rp 750 jutaan,” imbuhnya.

Dibya mengaku, tidak tahu persis kenapa terjadi peningkatan pembelian rumah tipe menengah ke atas tersebut. Namun pihaknya menyebut, hal itu mungkin saja dipengaruhi oleh adanya relaksasi LTV yang diberikan pemerintah.

Selain itu, lanjutnya, penyebab meningkatnya jumlah pembelian rumah tipe tersebut kemungkinan juga bisa didorong karena harga rumah yang akan segera naik, sehingga pembeli memilih membeli lebih awal.

“Prediksinya harga kan akan naik, mungkin mereka mengejar supaya dapat unit dengan harga lama,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga rumah sendiri akan dimulai pada pemeran ke depan, yakni bulan November 2018. Kenaikan disebutnya berkisar hingga 5%.

“Pameran depan bulan November sudah ada kenaikan. Selama rupiah belum menguat harga akan naik,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, bisnis properti saat ini memang belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kata dia, hampir semua dunia usaha terutama bisnis properti mengalami kelesuan.

“Belum ngerti persis, banyak sektor bisnis, terutama properti kenapa kurang bergairah. Ini memang belum terjawab (sampai sekarang),” pungkasnya.(aln)

BERBAGI