Beranda Hukum & Kriminal Salah Tangkap, Polda DIY Minta Maaf kepada MTA

Salah Tangkap, Polda DIY Minta Maaf kepada MTA

BERBAGI
Ditresnarkoba Polda DIY, Kombes Wisnu Widiarto berpidato sekaligus menyampaikan permintaan maaf dihadapan warga MTA di Solo, Minggu (13/5). Foto: Roe/JatengPos

JATENGPOS.CO.ID, SOLO-Ditres Narkoba Polda DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), Kombes Wisnu Widarto SIK bersama personilnya Minggu (13/5) datang ke kantor pusat MTA (Majlis Tafsir Al-Quran) di Jln Ronggowarsito 111A Surakarta.

Kedatangannya dalam rangka meminta maaf atas peristiwa salah tangkap yang dilakukan anggota Satresnarkoba terhadap seorang guru warga MTA, Andi (36), yang berprofesi sebagai tenaga pengajar di SD Negeri Mojopuro 3 Sumberlawang, Sragen.

“Atas nama keluarga besar Polda DIY, saya datang ke majelis pengajian MTA di Solo ini dalam rangka silaturahmi. Sekaligus memohon maaf yang tulus kepada korban dan majelis MTA atas tindakan salah tangkap oleh oknum petugas kami,”tegasnya dalam sambutan di depan ribuan warga MTA.

Pihaknya berharap dengan silaturahmi itu insiden yang terjadi bisa dimaaafkan sehingga kedepan antara MTA dan Polda DIY bisa sinergi dan bekerjasama dengan baik.

Asal tahu, Andi menjadi korban salah tangkap saat dia hendak bertemu rekannya di depan RS PKU Muhammadiyah Delanggu Klaten. Kebetulan saat itu satuan Anti Narkoba Polda DIY sedang mengintai seseorang yang diduga pengedar Narkotika jenis sabu yang biasa melakukan transaksi di wilayah rumah sakit tersebut.

Andi yang kebetulan sudah sampai lokasi duluan berusaha menghubungi rekannya yang sudah janjian sebelumnya. Saat menelepon tiba-tiba datang dua orang mendekati dan merebut HP yang dia pegang.

“Saya berusaha mempertahankan HP saya, dan teriak copet, biar ada yang menolong. Namun malah datang lagi tiga orang yang ikut mengeroyok saya, mereka memukul dan menendang. Tidak mampu mempertahankan diri, akhirnya saya menyerah dan pasrah. Sesaat kemudian saya diborgol dan dimasukkan dalam mobil. Didalam mobil itulah saya diinterogasi dan tahu kalau mereka dari Polda DIY,”ungkap Andi.

“Menyadari kalau salah tangkap, pelaku meminta maaf dan membawa saya ke rumah sakit untuk mengobati luka,” sambungnya sambil memperlihatkan luka memar, mata merah dan kepala berdarah.

Tidak terima mendapat perlakuan demikian Andi mengadukan nasibnya ke provost Polda DIY. Berdasar laporan salah tangkap, Kapolda memerintahkan kepada Ditresnarkoba untuk datang ke MTA.

Pimpinan Pusat MTA, Drs Ahnad Sukina menyesalkan peristiwa salah tangkap tersebut. Namun sebagai sesama muslim harus saling memaafkan untuk kebaikan bersama.

“Apa tidak ada SOP nya dalam melakukan tindakan. Namun demikian sebagai sesama muslim kesalahan itu saya maafkan,”jelasnya.

Ahmad Sukina berpesan agar kedepannya aparat kepolisian lebih profesional dalam penegakan hukum. Sehingga tidak terjadi lagi peristiwa salah tangkap kepada orang yang tidak berdosa.

“Hubungan MTA dengan Polisi dan TNI baik dan selalu bersinergi dalam menciptakan kedamaian dan ketentraman di masyarakat. Untuk itu peristiwa salah tangkap jangan dibesar-besarkan, dan sekarang sudah tidak ada lagi yang perlu dipermasalahkan,”imbuhnya di hadapan Kombes Wisnu Widarto SIK yang mewakiki Polda DIY.

Juga kepada semua aparat penegak hukum Ahmad Sukina berharap lebih berhati-hati dalam bertindak. Peristiwa ini juga buat pelajaran bagi aparat penegak hukum agar tidak ceroboh dalam menjalankan tugasnya sehingga benar-benar menjadi pengayom masyarakat. (roe/hfd)

BERBAGI