Beranda Jateng Sambut Nuzulul Quran Diknas Kota Semarang Adakan Tarawih

Sambut Nuzulul Quran Diknas Kota Semarang Adakan Tarawih

BERBAGI
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin saat menyampaikan sambutan pada peringatan Nuzulul Quran di instansi setempat, ist

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Dinas Pendidikan kota Semarang dalam menyambut malam  Nuzulul Quran menggelar “Tarawih bersama keluarga besar Dinas Pendidikan Kota Semarang 2018” di Lapangan Diknas Kota Semarang. Acara dihadiri Siti Ulfa pimpinan Bank Jateng  Cab Kor Semarang serta para pimpinan di 13 Capem yang ada di wilayahnya.

Hadir kepala sekolah SMK/ SMA, dan kepala sekolah SD hingga SMP  se – Kota Semarang,serta kepala UPTD Pendidikan se Kota Semarang.

“Meskipun sekarang guru SMK dan SMA sudah bukan di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota, tetapi demi membangun kebersamaan tali sillaturahmi tetap berlanjut berjalan terus. “Alhamdulillah para guru  SMA maupun SMK Negeri tetap kompak, walaupun sekarang ini sudah induknya di provinsi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bunyamin, Jumat (8/6).

Lebih lanjut Bunyamin memaparkan, di dalam khatulistiwa karakter perilaku lebih bagus. Oleh karena itu perlu dijaga. “Kalau pandai pandai kalah dengan Eropa, tetapi kita dengan kekuatan yang bisa kita jual berkaitan dengan karakter, itulah hebatnya pendidikan,’’ ujarnya.

Disinggung banyaknya anak anak sekolah sekarang yang nakal dan bandel, Bunyamin menjelaskan, bahwa pihaknya sebagai guru punya cara atau strategi tersendiri “Kami undang kami ajak ahlinya yaitu psykologi namanya penguatan pendidikan karakter,’’ katanya.

“Kami punya program pendidikan penguatan pendidikan karakter, seperti yang ada dalam kandungan kebangsaan.   Karena masalah kebangsaan merupakan tugas kita, kita benahi dari beberapa sisi karena anak -anak di sekolah mempunyai sebutan, kreatif belum pada tempatnya, bukan nakal, kita bina, kita dampingi sehingga bisa mendapatkam jatidirinya, sehingga kesadaran akan meningkat,’’ kata Bunyamin.

Terkait dengan penguatan pendidikan Pancasila, menurut Bunyamin, akan dihidupkan kembali, tetapi bentuknya adalah nilai nilainya.  “Harapan kami kepada guru  dan kepala sekolah  sekolah agar bisa mengajarkan hal hal yang bernilai” pungkasnya. (mil)