Beranda Ekonomi Sangat Membantu Warga Karangmojo, Berharap Pertashop Sediakan Solar

Sangat Membantu Warga Karangmojo, Berharap Pertashop Sediakan Solar

25
Keberadaan Pertashop di Desa Karangmojo, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo diakui sangat membantu warga dalam mendapatkan BBM, mengingat SPBU terdekat berjarak 5 kilometer dari desa. Foto : Putri Wijayanti/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Baru  berdiri empat bulan terakhir, keberadaan Pertashop di Desa Karangmojo, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo sangat dirasakan membantu masyarakat setempat. Khususnya dalam hal kemudahan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, selama ini mereka hanya mengandalkan penjual BBM eceran untuk mengisi tangki kendaraan. Sedangkan untuk mengakses Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terdekat mereka harus menempuh jarak 5 hingga 6 kilometer.

 

“Ya jujur kami jadi sangat terbantu dengan keberadaan Pertashop ini. Soalnya selama ini kalau nggak beli eceran yang harganya lebih mahal, ya harus ke kecamatan lain yang punya SPBU,” tutur Nugroho (45), warga desa setempat.

 

Karena itu, selama tiga bulan terakhir, pria yang berprofesi sebagai petani ini selalu mengisi tangki bensin sepeda motornya di Pertashop yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Ngremboko tersebut.

 

Di sisi lain, ia berharap di Pertashop tersebut ke depan tidak hanya menyediakan satu varian BBM saja, yakni Pertamax, namun juga varian lain. “Ya harapannya kalau bisa ada Solar. Karena selain untuk bensin kendaraan, warga di sini juga sangat butuh BBM untuk mesin diesel sebab banyak yang bekerja sebagai petani,” ungkapnya.

 

Hal senada juga diutarakan Nurdiansyah (18). Remaja yang bekerja sebagai petugas Pertashop ini mengaku banyak pelanggan yang menanyakan apakah bisa ditambah varian lain. Karena keberadaan Pertashop memang sangat strategis, mengingat letaknya di tepi jalan raya.

 

“Banyak yang request Pertalite atau Solar, tapi dengan Pertamax ini juga sebenarnya sudah lumayan banyak pelanggannya. Sehari biasanya habis 600 liter. Kalau di hari Minggu dan Senin pagi bisa lebih dari itu. Kebanyakan yang isi di sini memang masih sepeda motor. Kalau mobil biasanya plat luar kota,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Desa Karangmojo, Haryadi mengatakan, keberadaan Pertashop memang sangat membantu warga karena SPBU yang ada jaraknya lumayan jauh dari desa tersebut, bahkan berada di luar Kecamatan. karena itu tak heran jika banyak warga yang membeli di Pertashop.

 

“Kami juga senang kalau Pertashopnya ramai, artinya tujuan kita menerima program dari PT Pertamina ini tercapai, yakni meningkatkan pendapatan asli Desa Karangmojo,” ucapnya.

 

Menilik ke belakang, Haryadi mengatakan, sebelum memutuskan menjalankan program Pertashop, pihaknya lebih dulu mengumpulkan perwakilan warga mulai dari Ketua RT, RW hingga  Badan Musyawarah Desa (BMD) untuk dimintai pendapatnya mengenai program hasil kerjasama Pertamina dengan Kementrian Dalam Negeri (kemendagri) itu.

 

“Setelah semua setuju, maka kami pun baru berani eksekusi. Mulai dari menyiapkan lahan sampai saat ini kami masih memproses untuk CV yang nantinya mengelola Pertashop, karena pada dasarnya Bumdes kan tidak boleh mengelola langsung usaha,” terangnya.

Terpisah, menanggapi permintaan warga, Pjs. Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR IV, Kevin Kurnia Gumilang mengatakan masukan warga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan Pertashop ke depannya. Namun untuk saat ini memang baru Pertamax saja yang disediakan di Pertashop.

 

“Kenapa Pertamax, karena kami ingin menghadirkan produk yang berkualitas di tengah masyarakat desa. Di sisi lain, untuk Pertalite, saat ini merupakan produk yang sangat diminati oleh masyarakat saat ini. Karena itu, untuk menjaga ketahanan stok/supply tersebut maka belum disediakan di Pertashop,” jelasnya. (jay/bis/rit)