Beranda Utama Saran Senator Denty Bangkitkan Pasar Tradisional

Saran Senator Denty Bangkitkan Pasar Tradisional

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, TEMANGGUNG – Pasar tradisional tidak akan mampu berjalan sendirian tanpa perhatian dari pemerintah. Perlu adanya kebijakan yang bisa membangkitkan kejayaan pasar tradisional agar bisa ramai dikunjungi pengunjung.

“Tampilan pasar tradisional yang bagus dan menarik, bangunan yang bagus dan terawat harus diperhatikan karena masyarakat sekarang kritis dalam memilih,” kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Denty Eka Widi Pratiwi, di sela pertemuan dengan pedagang Pasar Menoreh, Pasar Legi Parakan, 11 Februari 2018.

Denty mendorong agar pedagang mendapatkan fasilitas kredit untuk berdagang. Diharapkan fasilitas kredit tersebut benar-benar berpihak kepada rakyat sehingga pasar yang dikembangkan pun sungguh-sungguh milik rakyat.

Perempuan kelahiran Temanggung yang akrab disapa dengan Senator Denty ini mangatakan, keberadaan pasar rakyat bukan sekadar tempat transaksi jual beli secara ekonomi dan mencari keuntungan semata. Terdapat nilai-nilai sosial dna kemanusiaan yang mencerminkan budaya lokal tempat manusia bersosialisasi dengan sesama.

Persaingan yang ketat dengan pasar modern kian kentara, membuat pasar tradisional perlu dilestarikan keberadaannya. ”Pada kondisi sekarang banyak pasar tradisional yang mulai dikembangkan dan dikolaborasikan dengan konsep pariwisata,” jelasnya.

Kendati demikian, tidak dapat dipungkiri jika upaya untuk melestarikan keberadaan pasar tradisional tersebut banyak memiliki tantangan. Antara lain, kualitas barang yang menjanjikan, tampilan yang lebih menarik, serta tempat yang nyaman.

Menurut Denty, dibutuhkan kreativitas yang tinggi agar tampilan lebih menarik. Selain jam operasional, yang butuh mendapatkan perhatian adalah sentuhan teknologi sehingga mempermudah akses konsumen dan pedagang dalam melakukan interaksi.”Pasar adalah tempat berbaur berbagai hal, mulai budaya, kuliner, termasuk berbaur dengan keceriaan, kebahagiaan dan kebersamaan,” pungkasnya. (drh/udi)