Beranda Jateng Solo Sasar Peserta Baru Khusus Pekerja Mandiri

Sasar Peserta Baru Khusus Pekerja Mandiri

BPJS Ketenagakerjaan Gelar Pasar Murah

BERBAGI
SOSIAL : Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solo, Suwilwan Rachmat menyerahkan paket sembako dalam Pasar Murah yang dikhususkan bagi peserta BPU driver online dan PKL. (Wijayanti/Jateng Pos)
SOSIAL : Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solo, Suwilwan Rachmat menyerahkan paket sembako dalam Pasar Murah yang dikhususkan bagi peserta BPU driver online dan PKL. (Wijayanti/Jateng Pos)

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – BPJS Ketenagakerjaan mengadakan kegiatan Pasar Murah Sembako Rabu-Kamis (23-24/5). Adapun sasaran kegiatan tersebut adalah peserta baru khusus pekerja mandiri atau peserta bukan penerima upah (BPU).

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solo, Suwilwan Rachmat mengatakan, kegiatan tersebut selain sebagai bentuk berbagi kepada peserta BPJS di bulan Ramadan, sekaligus sebagai salah satu cara untuk menarik minat pekerja sektor informal untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita buat dalam bentuk pasar murah. Dimana peserta bisa mendapatkan sembako hanya dengan membayar separuh harga saja. Karena yang separuh, atau 50 persennya kami subsidi menggunakan dana dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan,” jelasnya kepada wartawan, di sela-sela pelaksanaan Pasar Murah, Rabu (23/5) sore.

Ia menambahkan, untuk kegiatan Pasar Murah Ramadan tahun ini, pihaknya menyediakan 1.300 paket yang berisi 5 kilogram beras, 2 kilogram gula pasir, 4 liter minyak goreng serta satu pak teh celup. Paket yang di pasaran seharga Rp150 ribu tersebut cukup ditebus peserta seharga Rp75 ribu saja. Diharapkan pasar murah tersebut dapat membantu peserta memenuhi kebutuhan sembako untuk lebaran.

“Untuk kegiatan ini kami menyasar BPU khususnya driver online dan pedagang kaki lima (PKL), kalau memungkinkan juga bisa merambah juru parkir. Syaratnya mereka peserta yang baru mendaftar, saat mendaftar nanti akan mendapat voucher senilai Rp75 ribu yang bisa digunakan untuk menebus sembako,” sambungnya.

Disinggung mengenai jumlah peserta BPU saat ini, pria yang akrab disapa Willy tersebut mengatakan jumlahnya mencapai 16 ribuan peserta. Sedangkan hingga akhir tahun ini pihaknya menarget mampu menambah jumlah peserta BPU hingga 37.800 peserta.

“Kalau dibandingkan dengan peserta penerima upah atau karyawan perusahaan jumlah peserta dari sektor informal memang masih sangat kecil. Karena total pesera aktif kita mencapai 300 ribuan orang. Karena itu terus kita dorong salah satunya dengan menggencarkan sosialisasi ke komunitas-komunitas. Karena pekerja sektor informal biasanya memiliki komunitas. Misalnya driver online, paguyuban pedagang, dan sebagainya. Kami juga mulai menyasar pekerja informal lainnya, seperti atlet dan pekerja seni,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu driver Grab, Ida Fitriani mengakui jika pasar murah merupakan salah satu alasan ia mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Baru mendaftar hari ini (kemarin,Red) karena tahu ada pasar murah ini. Tapi di luar itu saya memang sudah ada niatan untuk ikut BPJS Ketenagakerjaan karena kerja saya banyak di jalan jadi risikonya tinggi. Kalau soal iurannya gak terlalu berat, cuma Rp 16.800 per bulan sudah mengkaver santunan kematian dan kecelakaan kerja,” tuturnya. (jay/bis)