Beranda Jateng Satgas Pangan Pantau Mafia Beras

Satgas Pangan Pantau Mafia Beras

BERBAGI
DRONE PERTANIAN: Mentan RI Andi Amran Sulaiman didampingi Bupati Kudus Musthofa, menyaksikan launching Drone Pertanian dipersawahan Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus baru-baru ini.
DRONE PERTANIAN: Mentan RI Andi Amran Sulaiman didampingi Bupati Kudus Musthofa, menyaksikan launching Drone Pertanian dipersawahan Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus baru-baru ini.FOTO: BURHANUDDIN FIRDAUS/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bekerjasama dengan Satgas Pangan Polri dan TNI, terus mengawasi pergerakan mafia beras. Dengan pengawasan itu, diharapkan tidak terjadi permainan harga beras, disaat sejumlah daerah sedang panen raya.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengaku, terus memantau distribusi beras dari hulu ke hilir. Terlebih saat ini, dibeberapa daerah sedang panen raya untuk memenuhi stok beras.
“Jangan sampai ada permainan harga.

Sebelumnya panen dilakukan di Jawa Timur, sekarang di Jawa Tengah. Produksi masih berlangsung dan bisa sampai ke konsumen, ke pasar dan retailer,” kata Syarkawi.

Penegasan itu dikatakan Syarkawi, saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menghadiri panen raya di Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus kemarin lusa.

Selama panen raya, Syarkawi tidak ingin ada yang mempermainkan atau mengatur dan menjadikan harga beras tinggi. Dengan demikian, monitoring distribusi beras terus dilakukan, mengingat beras merupakan komoditas pangan paling strategis.

“Jangan sampai harga turun saat panen raya ini, dan stoknya sudah banyak. Aksi spekulasi ini yang kita awasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, terkesan enggan menanggapi persoalan mafia beras yang telah meresahkan petani.

Menurut Amran, masalah tersebut sudah ditangani  KPPU yang menjadi kewenangannya. Ia hanya berbicara masalah produksi dan upaya peningkatan produksi beras di Indonesia.

“Mengenai kartel beras, biar KPPU saja yang menangani. Saya turun kelapangan untuk bercerita masalah jumlah dan peningkatan produksi (beras, red) saja,” kata Amran.

Amran memaparkan, jumlah produksi beras di Jawa Tengah selama sebulan mencapai 300 ribu hektar. Jumlah tersebut setara dengan 1,8 juta gabah kering dan 1.900 ton beras.

Amran menambahkan, kebutuhan beras di Jateng mencapai 260 ribu ton. Pihaknya juga berencana mengkoorporasikan koperasi, agar petani diuntungkan dan kesejahterannya meningkat serta konsumen pun tersenyum.

Rencana tersebut, lanjut Amran, akan dibuatkan sebuah aturan baru yang lebih berpihak kepada kelompok tani atau gapoktan.

“Ini mimpi besar kami, koperasi untuk kelompok tani. Kami juga sudah membimbing petani dari hulu ke hilir,” pungkasnya disela-sela usai peluncuran drone pertanian.(han/rif)

BERBAGI