Beranda Jateng Satpol PP Ingatkan PT Kejora Segera Pindahkan Kandang Sapi

Satpol PP Ingatkan PT Kejora Segera Pindahkan Kandang Sapi

32
BERBAGI
Petugas Dislutanak Batang saat mengecek peternakan sapi milik Sihombing di pinggir Jalan Pantura Kandeman yang dipersoalkan warga setempat.

JATENGPOS.CO.ID. BATANG– Setelah warga sering mengkomplain peternakan sapi PT Kejora Pelita Semesta milik pengusaha Sihobing, akhirnya Satpol PP Batang mendesak agar peternakan sapi di pinggir Jalan Raya Pantura Kandeman KM 5 itu segera dipindahkan.

“Berdasarkan Izin Tata Ruang peternakan itu menyalahi aturan. Kami minta PT KPS segera memindahkan sapi, agar tak menimbulkan gejolak,” kata Kasatpol PP Batang, Dra Suresmi, Kamis (19/4).

Kasatpol PP menjelaskan, pemilik PT Kejora Pelita Semesta agar memahami, bahwa Kabupaten Batang pro investasi dan mengakomodir investor. Namun, tetap harus sesuai aturan RTRW. Selain itu, mempertimbangkan gejolak sosial yang terjadi.

“Jika PT KPS masih ingin tetap berinvestasi di Batang, hendaknya cari lokasi yang sesuai RTRW dan masyarakatnya. “Konfirmasi terakhir, manajemen PT KPS belum menemukan lokasi yang tepat untuk menampung ternak sapi,” terangnya.

Sementara, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislutanak) sudah mengecek lokasi peternakan sapi di pinggir jalan Pantura itu pada pertengahan Januari 2018. Ada sekitar 600 ekor sapi. Setiap bulan, sapi sapi itu bisa melahirkan sekitar 30 sampai 40 ekor. Diprekdisi sampai April 2018, jumlah sapi sudah mencapai 720 ekor atau telah melebihi batas daya tamping kandang
.
Satpol PP juga menerima aspirasi warga terdampak peternakan sapi dan pemilik peternakan. Satpol PP akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan melaporkan kepada Bupati.

“Kami tahu keluhan warga terdampak, tetapi kami juga tahu pemilik sapi adalah investor besar. Kami tak mau gegabah” imbuh Suresmi. Sebelumnya, pada Januari 2018 warga setempat mengeluhkan bau kotoran sapi. Setelah diadakan audiensi dengan warga. Hasilnya warga memberi tenggat waktu tiga bulan untuk memindahkan sapi.

Batas akhir jatuh pada April ini. Namun, ternyata pengusaha Sihombing belum juga memindahkan ternak sapinya. “Kami belum bisa memberi jawaban tertulis sesuai yang kami janjikan,” tukas manajemen PT KPS, Palito. (wan/dik/muz)

BERBAGI