Beranda Headline Satu Anggota Positif COVID-19, Kantor DPRD Jateng Ditutup

Satu Anggota Positif COVID-19, Kantor DPRD Jateng Ditutup

39

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Seorang anggota DPRD Jawa Tengah terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Kantor DPRD Jateng pun ditutup sementara dan kegiatan rapat juga dialihkan.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman membenarkan anggota dewan yang terpapar adalah Irna Setyowati dari PDIP yang juga istri Bupati Pemalang. Ia mengatakan Irna awalnya diketahui reaktif COVID-19 saat rapid test dan ditindaklanjuti dengan tes swab.

“Setelah semua anggota DPRD rapid test, Senin 20 Juli, diketahui Irna Setyowati reaktif dan ditindaklanjuti PCR/Swab,” kata Sukirman, Rabu (22/7).

Sukirman mengatakan kegiatan ke luar daerah akan dihentikan dan menutup lantai 3, 4, dan 5 gedung DPRD Jateng atau gedung berlian serta dilakukan penyemprotan disinfektan.

“DPRD Lantai 3, 4, 5 ditutup sejak Kemarin hingga Senin 27 Juli, juga dilakukan penyemprotan,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan rapat anggota DPRD Jateng untuk sementara akan dialihkan ke gedung milik Pemprov Jateng. Ia mencontohkan rapat pembahasan KUA PPAS 2021 dialihkan ke gedung milik perusahaan daerah di Kabupaten Semarang.

“Seperti rapat Badan Anggaran membahas KUA PPAS 2021 dialihkan di Gedung Bale Agung di Kompleks Argo Wisata Telogo Tuntang Kabupaten Semarang tanggal 21-24 Juli 2020. Gedung ini milik Perusda Citra Mandiri Jateng,” kata Sukirman.

Selain itu untuk uji swab akan dilakukan merata kepada anggota dewan, para staf dan driver. Untuk diketahui Bupati Pemalang, Junaedi dan istrinya diketahui Positif Corona dan saat ini berada di RSUD M Azhari. Juru bicara Tim Gugus Tugas setempat, Tetuko Rahardjo mengatakan keduanya kondisi sehat dan dalam masa isolasi.

“Kondisinya sehat, beliau dan istri di rumah sakit. Beliau termasuk orang tanpa gejala,” jelasnya.

Junaedi dan istrinya diisolasi di RSU M Azhari. Di tengah masa isolasinya, Junaedi mengirim pesan kepada jajarannya di Pemkab Pemalang.

Sementara itu jumlah kasus positif virus Corona atau COVID-19 di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) saat ini mencapai 7.593 kasus. Sebanyak 636 pasien COVID-19 di antaranya meninggal dunia.

Data itu dikutip dari data yang diunggah Pemprov Jateng di website corona.jatengprov.go.id, Rabu (22/7/2020). Di website tersebut data diupdate setiap pukul 12.00 WIB.

Dari 7.593 kasus positif COVID-19, sebanyak 3.180 di antaranya dirawat, 3.777 pasien COVID-19 sembuh, dan 636 pasien COVID-19 meninggal dunia.

Jika dibandingkan pada Selasa (21/7) kemarin terdapat peningkatan 156 kasus COVID-19. Dengan rincian pasien dirawat bertambah 22 orang, pasien COVID-19 sembuh bertambah 123 orang, dan penambahan 11 pasien COVID-19 meninggal dunia.

Persebaran pasien COVID-19 yang dirawat saat ini di antaranya 360 Dinkes Kabupaten Jepara, 246 Dinkes Kota Semarang, 151 RSUP Dr Kariadi Semarang, 133 RSUD Loekmono Hadi Kudus, dan 130 Dinkes Kabupaten Demak.

Kemudian persebaran pasien COVID-19 yang sembuh dan pulang di antaranya dari 726 Dinkes Kota Semarang, 275 RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, 171 Dinkes Kabupaten Jepara, 143 Dinkes Kabupaten Temanggung, dan 132 RSU Mardi Rahayu Kudus.

Sementara itu, persebaran kasus pasien COVID-19 meninggal yakni 90 RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, 66 RSUD Sunan Kalijaga Demak, 50 RSUP Dr Kariadi Semarang, 33 RSUD Dr Moewardi Solo, dan 31 RS Panti Wilasa dr Cipto.

Di website itu Pemprov Jateng masih menggunakan istilah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP). Jumlah kasus COVID-19 di Jateng saat ini mencapai 10.974 PDP. Dengan rincian 1.308 PDP dirawat, 8.165 PDP sembuh, dan 1.501 PDP meninggal.

Sementara itu, ada 45.725 ODP. Dengan rincian 541 ODP dalam pemantauan, dan 45.184 ODP selesai pemantauan.(udi)