Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Satu Kata Mudah Diucapkan, Sulit Dilaksanakan

Satu Kata Mudah Diucapkan, Sulit Dilaksanakan

21
BERBAGI
Dra Dwi Endah Prihatiningsih Kepala SMP Negeri 9 Purworejo
Dra Dwi Endah Prihatiningsih Kepala SMP Negeri 9 Purworejo

JATENGPOS.CO.ID, – Berita kehadiran pimpinan yang baru banyak memberikan berbagai pertanyaan pada semua warga sekolah. Di antara mereka ada yang telah mengenalnya. Banyak juga yang belum tahu, siapa pimpinannya? Berbagai persepsi mulai membayangi dan mengusik jiwa mereka. Yang termasuk kategori pertama, mulai memberikan deskripsi tentang pimpinanya. Yang masuk kategori kedua, sebagai pendengar setia dengan penuh tanda tanya. Berbagai informasi mulai mengalir. Bermacam-macam prediksi muncul silih berganti. Semua menanti, penuh harap dan cemas.

Semua akan terjawab dengan kehadirannya. Semua angan-angan berubah menjadi kenyataan. Mereka mulai menilai semua gerak-geriknya. Wajarlah, karena seorang pimpinan sosok orang yang dituakan di sekolah. Seorang pimpinan yang baru, sadar dengan posisinya. Seorang pimpinan harus dapat beradaptasi masuk di lingkungan baru. Bukan warga sekolah yang menyesuaikan pada pimpinannya. Satu komitmen yang ada pada pimpinan : “hormat, disiplin, konsisten, bijaksana dan berprestasi serta berakhlak mulia”.

Diusahalan untuk menciptakan kondisi senang, tentram dan sejahtera. Yang penting kehadirannya dapat diterima dengan nyaman di sekolah. Mengikuti semua budaya yang ada. Banyak masukan, jangan cepat-cepat mengambil langkah baru. Ikuti saja dimana air mengalir. Dalam hati, sampai kapan harus begini? Kadang menjadi dilema antara saran yang diterima dengan hati nurani. Pada posisi ini pimpinan baru dituntut suatu keberanian dalam menentukan pilihan.

Pilihan yang diambil harus penuh pertimbangan untung dan ruginya.. Setelah menentukan pilihan mulai diterapkan kebijakan-kebijakan baru. Semua harus diawali dengan musyawarah. Hasilnya ditetapkan sebagai kebijaksanaan. Kedisiplinan diawali dari dirinya sendiri. Dalam keadaan normal (tidak ada sesuatu halangan) pimpinan  harus hadir dan berada di sekolah, sesuai jam dinas pegawai negeri sipil (PNS).

Setiap ada rapat atau kegiatan keluar, selalu diusahakan kembali ke sekolah. Pembelajaran di kelas harus tepat waktu. Semaksimal mungkin kegiatan yang mengarah pada kedisiplinan dijunjung tinggi. Mulai dari kehadiran, selama di sekolah maupun saat waktu pulang. Tidak menutup kemungkinan ada kunjungan mendadak, untuk melihat kinerja penjaga malam. Semua telah menjadi program yang terencana. Budaya disiplin harus tertanam dan dijiwai semua warga sekolah.

Disiplin bukan merupakan sesuatu yang baru. Dalam kondisi apapun dan dimanapun berada, selalu harus disiplin. Keseharian disiplin telah menyatu dalam sanubari kita. Melalui kedisiplinan dapat membentuk karakter kita. Disiplin bukan sesuatu yang sulit dan memberatkan. Disiplin merupakan tuntunan yang memberikan arahan untuk dipatuhi. Apabila kita sadari melalui disiplin menjadikan hidup kita teratur, semua aktivitas berjalan lancar.

Bagi sementara yang lain, disiplin merupakan sesuatu yang memberatkan. Tidak sedikit yang merasa takut dengan disiplin. Disiplin sedapat mungkin dihindari. Bahkan ada yang merasa bangga dengan pelanggarannya.

Dalam dunia pendidikan disiplin sebagai dasar falsafah yang pokok. Semua berawal dari satu kata “disiplin”. Disiplin merupakan satu kata yang mudah diucapkan tetapi sulit dilaksanakan.

Disiplin sebagai cermin pribadi seseorang. Adanya kebijakan disiplin akan membawa berbagai dampak bagi kehidupan yang lainnya. Guru sebagai figur seseorang yang akan digugu dan ditiru. Guru wajib memberikan contoh yang baik. Ini yang menjadi dilema tentang budaya disiplin. Sanggupkah kita sebagai guru mewujudkannya?

Apapun alasannya, guru harus sanggup. Guru harus hadir ataupun pulang tepat waktu. Demikian pula masuk atau keluar kelas sesuai tata tertib. Guru piket harus menunggu kelas yang kosong. Dilarang hanya masuk kelas memberi tugas, kemudian ditinggal ke kantor mengerjakan tugas lain atau bercerita.

Adanya perubahan selalu dievaluasi. Kita yakini dengan disiplin, hasilnya prestasi menggembirakan. Layak dilanjutkan dan boleh dibuktikan.

Dra Dwi Endah Prihatiningsih
Kepala SMP Negeri 9 Purworejo
BERBAGI