Beranda Semarang SDM Penjaga Perlintasan Perlu Ditingkatkan

SDM Penjaga Perlintasan Perlu Ditingkatkan

Tekan Kecelakaan Kereta

153
DISKUSI : Prayudi kasubdid Dijten Perkerataapian Indonesia tengah berdiskusi bersama Hermanto Dwiatmoko Ketua Umum Masyakat Perkertaapian Indonesia dalam seminar keselamatan perlintasan kereta api. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS.
DISKUSI : Prayudi kasubdid Dijten Perkerataapian Indonesia tengah berdiskusi bersama Hermanto Dwiatmoko Ketua Umum Masyakat Perkertaapian Indonesia dalam seminar keselamatan perlintasan kereta api. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – SDM penjaga perlintasan Kereta Api perlu ditingkatkan. Bersama itu fasilitas di perlintasan juga harus ditambah guna semakin meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan. Hal itu menjadi fokus dari kegiatan seminar Ditjen Perkeretaapian Indonesia ( Dinas Perhubungan RI ) yang dihelat sehari di Semarang, Rabu (22/8) lalu.

Tema utama seminar ini adalah mengedepankan keselamatan masyarakat luas khususnya yang tengah melintas di area perlintasan kereta api Dalam seminar yang juga diikuti Komunitas Masyarakat Perekerataapian Indonesia salah satu tujuannya juga untuk memberikan edukasi edukasi kepada stakeholder dan dinas terkait. Prayudi, kasubdid Dijten Perkerataapian Indonesia mengatakan, tingkat kecelakaan yang terjadi di area perlintasan kereta api cenderung meningkat, setelah diberlakukanya double track jalur kereta api, khususnya di wilayah Jalur pulau Jawa.

“Meningkatnya angka kecelakaan yang terjadi di area perlintasan kereta api, mendorong kami untuk bersama-sama mencari dan memberikan solusi terbaik agar angka kecelakaan tersebut bisa dikendalikan secara sistematik,” ujarnya.

Dijelaskan, selain memberikan pelatihan kepada petugas perlintasan yang bertugas di titik area rawan perlintasan kereta api, penambahan fasilitas modern dalam menjaga dan memberi sinyal kepada masyarakat yang melintas juga menjadi agenda utama Ditjen Perkeretaapian Indonesia yang bekerjasama dengan PT KAI.

“Sinergi profesional kami tingkatkan dengan cara mencari solusi terbaik, salah satunya dengan merekrut SDM perlintasan kereta api baik yang sudah bekerja atau yang akan dipekerjakan harus diberi pelatihan dengan standar serti¿ kasi perkerataapian,” jelasnya.

Selain itu pihaknya juga akan mengoptimalisasi peran dan fungsi stake holder dalam mendukung penanganan perlintasan kereta api bersama pihak terkait memberikan edukasi pemahaman keselamatan kepada masyarakat. Hermanto Dwiatmoko, Ketua Umum Masyakat Perkertaapian Indonesia memberikan masukan dan apresiasi terhadap Ditjen Perkerataapian Indonesia dan PT KAI atas solusi yang akan diterapkan dalam mencegah dan mengurangi angka kecelakaan di perlintasan kereta api.

“Kami menyambut positif dalam kegiatan ini yang menjadi wadah masukan kepada masyatakat luas tentang keselamatan perlintasan kereta api. Melengkapi kelengkapan fasilitas perlintasan dan Program padat karya yang merangkul masyarakat setempat untuk terlibat dalam menjaga wilayahnya yang mempunyai perlintasan kereta api adalah salah satu solusi positif,” tandasnya.

Hermanto berharap, tidak saja pihak terkait yang peduli, stakeholder dan masyarakat juga harus bisa sinergi bekerjasama dalam menjaga perlintasan kereta api. Utamanya di beberapa titik rawan yang belum tersentuh fasilitas lengkap dari 1200 perlintasan kereta api khususnya di Jawa Tengah. (bis/ucl/mar)