Beranda Edukasi Sekolah Hebat SDN Kalicari 02 Pedurungan, Sekolah Percontohan Penguatan Pendidikan Karakter

SDN Kalicari 02 Pedurungan, Sekolah Percontohan Penguatan Pendidikan Karakter

BERBAGI
Jajaran guru SDN 02 Kalicari Pedurungan foto bersama di halaman sekolah bersama kepala sekolah Drs Sutarno. FOTO : PRAST WD/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Era mileneal tidak hanya soal teknologi informasi, tapi juga gaya hidup dan perilaku sehari-hari. Tentu saja ini menjadi persoalan tersendiri yang harus dihadapi oleh dunia pendidikan. Apalagi dunia pendidikan ditingkat dasar, jelas merupakan tantangan yang tidak ringan.

Belum lagi tuntutan kompetisi yang semakin ketat serta kemajuan teknologin informasi menjadi masalah jika dunia pendidikan tidak memiliki karakter yang kuat. Kondisi ini disadari oleh pemerintah sehingga dengan sekuat tenaga menguatkan pendidikan karakter siswa, khususnya siswa sekolah dasar.

SDN Kalicari 02 Kecamatan Pedurungan menyadari tantangan ini sehingga menerapkan penguatan pendidikan karakter atau PPK. Sekolah ini juga ditunjuk menjadi pilot project PPK bersama beberapa sekolah lain di Pedurungan. Menurut Kepala Sekolah SDN Kalicari 02 Pedurungan, Drs. Sutarno, ada lima nilai utama penguatan pendidikan karakter.

Nilai pendidikan karakter adalah religius, nasionalis, mandiri, integritas dan gotong royong. Dari kelima nilai utama tersebut, SDN Kalicari 02 Pedurungan melaksanakan dengan penuh tanggung jawab. “Lima nilai utama ini menjadi dasar pembentukan karakter siswa melalui kegiatan belajar mengajar serta kegiatan ekstrakulikuler,” ujar Sutarno.

Saat ditemui Jateng Pos, kemarin, Sutarno menambahkan,  lima karakter itu diharapkan bisa menjadi jawaban atas tantangan di masa yang akan datang. Selain itu bisa membekali siswa untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat. “Anak-anak tentu akan menghadapi jaman yang berbeda dengan kita,” ujarnya.

Di SDN Kalicari 02 Pedurungan, penguatan pendidikan karakter dimulai dari religius. Tiap Senin dan Selasa, usai jam pelajaran sekolah ada kegiatan Baca Tulis Quran atau BTQ bagi siswa yang beragama Islam. Sedangkan siswa yang beragama lain menyesuaikan dengan melaksanakan kegiatan keagamaan yang diyakininya.

Sedangkan untuk memupuk rasa nasionalis dan gotong royong serta kedisiplinan siswa, tiap hari mulai Selasa hingga Kamis ada apel pagi. Khusus untuk hari Senin ada upacara bendera yang dimulai pukul 06.50 hingga selesai. “Kalau dalam pekan itu ada hari besar maka upacara bendera Senin pagi diganti apel pagi,” ujar guru kelahiran Simo Boyolali.

Tiap hari juga ada guru dan siswa piket yang menyambut kedatangan peserta didik di gerbang sekolah. “Siswa yang membawa sepeda wajib turun di depan gerbang sekolah lalu dituntun hingga tempat parkir, kegiatan ini memupuk rasa sopan santun dan unggah ungguh,” ujar Sutarno menambahkan.

Sedangkan hari Jumat setiap pagi ada kegiatan senam bersama yang diikuti oleh seluruh siswa. “Siswa juga diikutkan kegiatan pramuka dan ekstrakulikuler yang dilaksanakan usai jam pelajaran sekolah,” katanya. SDN02 Kalicari ini termasuk sekolah yang menerapkan lima hari sekolah