Beranda Pilkada Serentak 2018 Sebut Lima Juta Suara Invalid, Gerindra Minta Pilgub Diundur

Sebut Lima Juta Suara Invalid, Gerindra Minta Pilgub Diundur

BERBAGI
Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah disela-sela kunjungannya di gedung Koni Demak (Adhi pramanto/Jateng Pos)

JATENGPOS.CO.ID, DEMAK – Hingga kini ada sekitar lima juta suara dari 24 juta suara Pilgub Jateng yang masih invalid alias tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.  Demikian diungkapkan Abdul Wachid Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah di sela-sela kunjungannya di gedung KONI Demak.

Menurutnya tidak adanya kejelasan mengenai lima juta suara tersebut harus diusut tuntas oleh KPU, jika masalah tersebut tidak bisa segera diselesaikan menjelang pilgub, maka pihaknya mendesak agar pilgub diundur.

“Jumlah lima juta itu seperti pemilih ganda, sudah meninggal namun masih tercatat sebagai pemilih, dan belum memiliki KTP-el. KPU seharusnya melakukan evaluasi terkait masalah ini,” tegasnya.

Penemuan ini bermula saat tim yang diterjunkan oleh Gerindra menemukan data pdf yang kemudian diolah menjadi excel. Dari sinilah kemudian ditemukan adanya data-data yang bodong yang tersebar merata di 35 kabupaten kota. Salah satu contoh yang dilakukan ada di Kota Magelang dan ternyata benar adanya.

“Kami siap untuk undurkan pemilihan gubernur jika masalah ini belum diselesaikan, kami juga sudah melaporkan masalah ini ke Bawaslu propinsi yang ternyata juga mengamini masalah tersebut. Bersama-sama kami akan mendesak pilgub supaya ditunda,” ujar Wachid.

“Sungguh sangat memprihatinkan, di saat-saat seperti ini masih saja ada yang bermain-main,” sesalnya.

Sementara itu dalam konsolidasi di gedung KONI, Wachid menghimbau agar pengurus di DPC tidak melupakan ranting. Karena ranting memiliki peran vital dalam perolehan suara, menang atau kalah suatu partai bergantung kepada ranting.

“Anggota dewan yang lupa kepada ranting akan kuwalat,” tegasnya didampingi Ketua DPC Gerindra Demak Maskuri. (hfd/adi)

 

BERBAGI