Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Sejalankah Trisatya , Dhasa Darma dan PPK di Kurtilas?

Sejalankah Trisatya , Dhasa Darma dan PPK di Kurtilas?

138
Yuni Istyorini S.Pd Guru SMP 37 Semarang
Yuni Istyorini S.Pd Guru SMP 37 Semarang

JATENGPOS.CO.ID, – Sahabat guru Indonesia, Sehubungan dengan PPK,  akan di kemanakankah  TRISATYA dan DHASA DHARMA  yang selama ini sudah melekat  di hati guru yang pernah didapat dipendidikan kepramukaan.Bukan hanya materi pelajaran yang berhasil tercapai namun yang terpenting akhlak dapat terbentuk dengan sendirinya tanpa adanya paksaan.

Pada kehidupan yang nyata, yang sering kita dengar dan lihat, tidak dapat di hitung   perbuatan – perbuatan  yang telah menyimpang dari aturan – aturan yang telah di tetapkan terutama dalam hal agama, tata krama dan sopan santun. Satu dengan yang lainnya tanpa menghargai, menghormati dan muncul tindakan asusila yang tidak terkendalikan, untuk itu perlu pengendalian diri dalam kehidupan bermasyarakat.Di sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang selama ini terlihat jelas dalam kehidupan bersosialisasi antar teman dan orang tua , bukan  hanya itu kita membutuhkan  pemimpin – pemimpin yang memiliki  karakter dan jiwa yang sesuai dengan yang ada dalam PPK.

Hal tersebut menjadi perhatian khusus sehingga perlu adanya gerakan PPK.Dalam gerakan PPK perlu Pengintegrasian berupa :Pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah , Pemaduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler;Pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;Penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pengembangan karakter siswa khususnya pada ekstra wajib PRAMUKA,dengan harapan karakter peserta didik dapat terbimbing, terarah lebih ke depannya. Dengan demikian,  bangsa Indonesia memiliki generasi – generasi penerus yang sangat luar biasa. semua itu tidak terlepas  dengan janji PRAMUKA yaitu TRISATYA dan DHASA DHARMA. TRISATYA:Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara kesatuan republik Indonesia dan mengamalkan pancasila.Menolong sesama hidup dan ikut serta (penegak) (sedangkan untuk penggalang mempersiapkan diri) membangun masyarakat. Menepati dasa dharma.

Dhasa Dharma, Dasa adalah ketentuan moral Pramuka atau watak Pramuka. Dasa Darma Pramuka itu berarti sepuluh tuntunan tingkah laku bagi Pramuka Indonesia yang berisi penjabaran Pancasila, agar para Pramuka dapat mengerti, menghayati, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.Dapat kita rasakan  isi dari Trisatya dan Dhasa Dharma apabila kita laksanakan pada kehidupan sehari –hari dengan benar dan sesuai  akan mewujudkan karakter anak bangsa yang kita impikan. Marilah satu persatu kita lihat penjabaranya supaya lebih jelas lagi :butir kesatu Takwa kepada Tuhan Yang maha Esakarakter yang di bentuk adalah religius dan toleransi, butir kedua cinta alam dan kasih sayang sesama manusiakarakter yang di bentuk adalah peduli sosial, peduli lingkungan, cinta damai dan bersahabat, butir ketigaPatriot yang sopan dan kesatriakarakter yang di bentuk adalah semangat kebangsaan, jujur, cinta Tanah Air.

Butir KeempatPatuh dan suka bermusyawarah karakter yang di bentuk adalah toleransi, Butir kelimaRela menolong dan tabahkarakter yang di bentuk adalah kerja keras, Butir keenam Rajin terampil dan gembirakarakter yang di bentuk adalah kreatif, Butir ketujuhHemat, cermat, dan bersahajakarakter yang di bentuk adalah disiplin, Butir kedelapan Disiplin, berani, dan setiakarakter yang di bentuk adalah bersahabat dan cinta damai, Butir kesembilan Bertanggung jawab dan dapat dipercayakarakter yang di bentuk adalah tanggung jawab, contoh yang sering kita jumpai dalam  masyarakat
Butir kesepuluh Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatankarakter yang di bentuk adalah bersahabat / komunikatif.

Berdasarkan dari urain yang diatas mengenai isi TRISATYA dan DHASA DHARMA bahwa penguatan pendidikan karakter di lihat dari isi Trisatya dan  Dhasa dharma semuanya telah terangkum didalamnya secara urut dan jelas , secara nyata itu berarti pendidikan karakter  sudah ada sejak berdirinya PRAMUKA ,yaitu 56 tahun yang lalu.

Secara substansi, pada dasarnya literasi dan PPK bukan hal yang baru bagi guru, hanya perlu penegasan saja. Marilah kita lihat bahwa isi PPK itu sudah ada di DASA DHARMA dan TRI SATYA . Pada dasarnya kita tidak perlu tercengang  karena  semua isi yang ada pada PPK  sudah kita laksanakan terutama pada pembeajaran PRAMUKA, sehingga bapak , ibu guru  mestinya sudah tahu, terutama bapak ibu guru yang sering di sebut sebagai pembina PRAMUKA, dimana kegiatan itu sebagai wadah pembentukan karakter bagi peserta didik. Kita bisa melihat apa yang dimaksud dengan penguatan pendidikan karakter,Penguatan Pendidikan Karakter adalah program pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga dengan dukungan pelibatan publik dan kerjasama antara sekolah, keluarga dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi  Mental (GNRM).

Didalam PPK ada18 nilai dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa yang dibuat oleh Diknas.  Mulai tahun ajaran 2011, seluruh tingkat pendidikan di Indonesia harus menyisipkan pendidikan berkarakter tersebut dalam proses pendidikannya.18 nilai-nilai dalam pendidikan karakter menurut Diknas adalah:Religius, Jujur,Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, Tanggung Jawab,dari nilai yang ada pada penguatan pendidikan Karakter dalam Dasa Dharma dan Tri Satya sudah ada baik secara teori maupun dalam pelaksanaan ,

Sehingga kegiatan PRAMUKA di masukan dalam kegiatan wajib untuk para peserta didik, Secara administratif, integrasi literasi dan PPK dicantumkan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan secara operasional dilaksanakan pada saat kegiatan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Dan secara lebih teknis, guru mengindentifikasi aktivitas siswa yang berkaitan dengan literasi dan PPK pada langkah demi langkah pembelajaran dari awal sampai dengan akhir.

 

Yuni Istyorini S.Pd

Guru SMP 37 Semarang