Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Semangat Belajar Bahasa Indonesia dengan SICANTIK

Semangat Belajar Bahasa Indonesia dengan SICANTIK

12
Atik Khusnawati, S.Pd.SD Guru SDN Jambu, Tempuran Kab.Magelang

Masa pandemi Covid-19 di Indonesia telah dimulai sejak awal Maret 2020. Pandemi menyebabkan lumpuhnya berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan. Sekolah tidak diperbolehkan tatap muka. Pembelajaran dilaksanakan secara PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Guru dan siswa melaksanakan pembelajaran dari rumah masing-masing dengan cara online. Hal ini tentu tidak mudah baik bagi siswa maupun bagi guru. Terlebih masa pandemi yang sudah memasuki bulan ke delapan ini. Tidak sedikit siswa yang sudah mulai bosan dengan Pembelajaran Jarak Jauh yang begitu-begitu saja. Hal ini ditunjukkan dengan semakin menurunnya pastisipasi siswa kelas 5A SDN Jambu Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang dalam mengikuti PJJ. Prosentase siswa dalam mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan oleh guru juga semakin menurun.

Dalam hal ini, guru perlu memahami pentingnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran bukan hanya sebagai objek, melainkan sebagai subjek. Penekanan belajar dengan berbuat (learning by doing) dapat menjadi solusi. Menurut Oemar Hamalik (1990 ; 175), belajar efektif jika belajar itu diarahkan pada upaya pada individu untuk dapat bekerja, melakukan tugas-tugas pekerjaan dalam bidang pekerjaan tertentu. Pembelajaran Learning by doing direncanakan dengan mengatur waktu dan tempat secara khusus untuk tiap kompetensi. Pembelajaran ditekankan pada drill, review, demonstrasi, dan pembelajaran yang sistematis untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa sesuai dengan situasi dan kondisi. Prinsip dan karakteristik pembelajaran Lerning by doing antara lain: 1). Melibatkan siswa secara langsung, 2). Menyediakan pendekatan multisensory bagi siswa ketika berlangsung pembelajaran, 3). Memberikan kompetensi bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan menggunakan material dan melakukan eksperimen, 4). Membina suasana social yang transaksional antara siswa dan guru (Yuberti,2012:32).

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 5, Kompetensi Dasar 4.4. Memeragakan kembali informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik dengan bantuan lisan, tulis, dan visual, dengan Materi ; Iklan Layanan Masyarakat, guru mencoba menerapkan Learning by doing dengan mengacu pada SICANTIK (Siswa inovatif dan creative memanfaatkan TIK). Dengan SICANTIK ini diharapkan PJJ dapat diikuti oleh siswa dengan semangat, antusias dan menghasilkan produk yang bermanfaat.

PJJ Bahasa Indonesia dimulai dengan guru menyapa siswa di WhatsApp Grup (WAG), absen, kemudian memberitahukan kepada siswa bahwa pembelajaran dilaksanakan melalui Classroom. Pembelajaran kali ini tentang Iklan Layanan Masyarakat, dengan kegiatan inti praktik yang nantinya menghasilkan produk. Sesuai dalam pendekatan saintifik, pemebelajaran akan menerapkan proses 5M yaitu Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar dan Mengkomunikasikan. Langkah pertama yang diambil guru yaitu kegiatan Mengamati. Siswa diberi dua kegiatan (membaca materi & menyimak video yang dibuat oleh guru). Video tersebut berisi tutorial membuat poster di media elektronik. Guru memilih satu aplikasi (canva) yang dapat diunduh di playstore masing-masing siswa. Dalam video ini, guru menjelaskan mulai dari cara mengunduh, fitur-fitur, serta  manfaat canva untuk berbagai macam desain kartu ucapan, poster, brosur, dll. Cara membuat poster juga dicontohkan oleh guru dalam video tersebut.

Setelah kegiatan mengamati, siswa melakukan kegiatan mencoba, menanya, dan menalar dalam satu kegiatan, yaitu praktik membuat poster. Tema poster adalah Anjuran Melaksanakan 3M Mencuci tangan dengan sabun, Memakai masker, dan Menjaga jarak. Pemilihan tema ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada siswa dalam memutus rantai penuluran covid-19 yang sedang merebak di Indonesia. Dalam pelaksanaan tugas membuat poster, semangat dan antusias siswa sangat bagus. Ketika guru memberikan tugasnya di pagi hari, banyak siswa yang langsung merespon. Siswa aktif bertanya saat menemui kendala dalam membuat poster. Gurupun langsung merespon dan membimbing siswa satu per satu untuk menyelesaikan tugasnya via WApri. Untuk kegiatan mengkomunikasikan, siswa harus melaporkan hasil tugasnya kepada guru dengan cara mengunggah karya poster di classroom. Siswa juga dapat mengunggah karyanya pada WA,intagram maupun media social lainnya.

Di siang hari sudah banyak siswa yang mengirimkan tugasnya. Siswa yang belum mengumpulkan tugasnya karena kendala tidak memiliki HP, sehingga mereka mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas di sore hari setelah orang tua mereka bekerja. Namun demikian semua siswa melaksanakan mengumpulkan tugasnya di hari itu juga. Dengan SICANTIK, siswa lebih bersemangat mengikuti PJJ dan mengirimkan karyanya tepat waktu.

Atik Khusnawati, S.Pd.SD

Guru SDN Jambu, Tempuran

Kab.Magelang