Beranda Ekonomi September, Jumlah Penduduk Miskin Jateng Berkurang 29,8 Ribu orang

September, Jumlah Penduduk Miskin Jateng Berkurang 29,8 Ribu orang

179

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG– Pada bulan September 2018, jumlah penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan di Jawa Tengah mencapai 3,87 juta orang (11,19%), berkurang sebesar 29,8 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2018 yang sebesar 3,90 juta orang (11,32%).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah,  Sentot Bangun Widoyono mengatakan, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2018 tercatat sebesar 9,73%, turun menjadi 9,67% pada September 2018. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan juga turun dari 12,99% pada Maret 2018 menjadi 12,80% pada September 2018.

“Kalau sepanjang periode Maret 2018 – September 2018, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang sebanyak 6,6 ribu orang dari 1,72 juta orang pada Maret 2018 menjadi 1,71 juta orang pada September 2018. Sementara di daerah perdesaan juga mengalami penurunan sebanyak 23,2 ribu orang dari 2,18 juta orang pada Maret 2018 menjadi 2,16 juta orang pada September 2018,” ujarnya.

Sentot menjelaskan, peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

“Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada September 2018 tercatat sebesar 73,48%. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret 2018 yaitu sebesar 73,33%,” jelasnya.

Dikatakan, jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek tilter, telur ayam ras, daging ayam ras, dan tempe.

“Sementara untuk komoditi bukan makanan yang besar pengaruhnya adalah perumahan, listrik. bensin, pendidikan, dan perlengkapan mandi,” ungkapnya.(aln)