JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Dalam usianya yang tergolong muda,  Muhamad Ahsan SAg MKom, Kepsek SMP Negeri 14 Semarang, sudah dipercaya menjadi kepala sekolah di beberapa SMP Negeri di Kota Semarang.

Terbaru, pria kelahiran Demak 24 Desember 1974 ini dipercaya menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 14 Semarang. Karirnya terus naik dan hingga kini masih dipercaya dalam bertugas memimpin para guru dan siswa.

“Bagi saya sudah sangat bersyukur mendapat kepercayaan dan sekarang menjabat sebagai kepala sekolah. Yang terpenting saya rasakan, kebahagiaan dalam memimpin sekolah adalah ketika melihat orang yang ada di sekolah tersebut bisa menjalankan aktivitas dengan nyaman,” ucap Ahsan dengan nada rendah hati.

Dikatakan, untuk bisa menduduki kepala sekolah di SMPN 14, sebenarnya ditempuh dengan banyak jejak. Sejak 1999 dirinya pernah menjadi guru di SMP Negeri 36 Semarang. Lalu tahun 2008 pernah menjadi guru berprestasi tingkat nasional, kemudian pada tahun 2009 pernah menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 17.

“Itu masih berlanjut, pada tahun 2012 pernah menjadi Kepala SekolahSMPN 19, kemudian pada tahun 2014 pernah menjadi Kepala Sekolah SMPN 33, dan tahun 2016 hingga sekarang menjadi Kepsek SMPN 14,” ucapnya.

Ahsan mengatakan, banyak hal dan pengalaman selama menjadi kepala sekolah. Yang paling penting dan terkesan apabila mampu memotivasi para guru untuk bisa beradaptasi melakukan perubahan untuk maju.

“Selain itu para guru harus bisa mengikuti perubahan regulasi dan kemajuan teknologi supaya tidak ketinggalan jaman,” tegasnya.

Ditambahkan, perubahan jaman justru harus bisa dijadikan peluang dan tantangan. Jangan  dijadikan hambatan.

“Kami tetap mengapresiasi bekerja sebagai guru. Menjadi guru dan mendidik anak- anak adalah profesi yang mulia. Kesemuanya itu tentunya harus dilaksanakan dan dilandasi dengan rasa ikhlas serta butuh kesabaran,” urainya.

Ketika ditanya cara membagi aktivitas bersama keluarga, suami dari Erna Handyani SPd dengan empat anak ini mengaku masih cukup mudah.

“Di saat senggang tidak bekerja saya manfaatkan sebaik-baiknya bersama istri dan anak makan bersama sambil bercanda dan bercerita. Di luar jam kerja pun saya juga terkadang masih bisa mengantar dan menjemput anak sekolah,” kata pria yang hobi sepakbola dan tenis meja ini.

Menurutnya, kesibukan apa pun keluarga khususnya anak dan istri harus diperhatikan.

”Kita jangan terlalu asyik sendiri dan sibuk dengan pekerjaan sementara keluarga sering terabaikan,” pesannya. (gus/mg8)