Beranda Jateng Setuju Larangan Cantrang

Setuju Larangan Cantrang

BERBAGI
SANTAI : Sejumlah perahu kapal milik para nelayan Kendal bersandar di sepanjang muara, usai melakukan aktivitasnya mencari ikan.
SANTAI : Sejumlah perahu kapal milik para nelayan Kendal bersandar di sepanjang muara, usai melakukan aktivitasnya mencari ikan.

JATENGPOS.CO.ID, KENDAL –  Larangan penggunaan cantrang telah tertuang dalam surat Edaran Nomor: 72/MEN-KP/II/2016, tentang Pembatasan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Cantrang di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Indonesia (WPPNRI).

Namun oleh para nelayan di Kendal, bantuan Alat Penangkap Ikan (API) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang ramah lingkungan tersebut justru tidak digunakan.

Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kendal, Zaenal Abidin membenarkan tentang hal itu. Dia menilai pemberian bantuan tersebut tidak tepat sasaran.

“Bantuan tesebut tidak ada pengawasan  dari pemerintah mengenai penggunaan jaring ramah lingkungan itu, sehingga para nelayan menjual alat penangkap itu,” jelasnya, Jumat (12/1).

Zaenal mengatakan seharusnya ada pengawasan dalam pemberian bantuan tersebut. Bahkan dengan adanya bantuan yang tidak merata sempat terjadi kecemburuan antar nelayan. Sebab sebagian nelayan ada yang tidak menerima jaring bantuan.

Menurutnya, penggunaan alat penangkap ikan berupa cantrang dapat merusak habitat ikan. Di sisi lain, KKP telah mengeluarkan Permen Nomor 2/PERMEN-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawis) dan Pukat Tarik (Seine Nets).

“Alasan dari penerapan aturan tersebut adalah alat tangkap berupa cantrang, pukat tarik hela termasuk dalam alat tangkap yang dapat merusak habitat ikan,” tuturnya. (via/sgt)

BERBAGI