Beranda Travelling Siap-siap, Keseruan Parade 1001 Kuda Sandelwood Akan Hadir Kembali

Siap-siap, Keseruan Parade 1001 Kuda Sandelwood Akan Hadir Kembali

16
BERBAGI
Festival Sandalwood dan Festival Tenun NTT .FOTO :Raiyani Muharamah
Festival Sandalwood dan Festival Tenun NTT tahun 2017 .FOTO :Raiyani Muharamah

JATENGPOS.CO.ID, SUMBA – Ingin menyaksikan ribuan kuda unik yang dipadukan dengan budaya? Datang saja ke Parade 1001 Kuda Sandelwood. Event keren ini akan dihelat 5-12 Juli 2018. Tradisi yang menjadi event tahunan Nusa Tenggara Timur (NTT) , selalu ditunggu wisatawan mancanegara.

“Parade kuda ini unik dan khas dan hanya ada di NTT. Parade Kuda ini akan dipadukan dengan Festival Tenun Ikat yang akan dihadiri penenun se-NTT. Ada culture unik yang ditampilkan di sini,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu, Rabu (20/6).

Parade 1.001 Kuda Sandelwood akan berlangsung 5-12 Juli di empat kabupaten se Pulau Sumba. Dimulai di Sumba Barat Daya 5-6 Juli, kemudian Sumba Barat pada 7-8 Juli, dan Sumba Tengah 9-10 Juli. Kabupaten Sumba Timur akan menjadi tuan rumah final, 11-12 Juli nanti.

“Dalam parade kuda itu para peserta akan menginap semalam di setiap kabupaten. Sedangkan untuk festival tenun ikat akan berlangsung di Tambolaka, Sumba Barat Daya,” jelas Marius Ardu.

Dijelaskannya, kuda-kuda yang ikut serta dalam parade akan dihias dengan berbagai pernak-pernik. Kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok. Selain itu, para joki juga diharuskan mengenakan pakaian adat.

“Nantinya, juri akan menilai masing-masing kelompok berdasarkan beberapa kriteria, seperti penampilan serta keterampilan mengatur dan mengendalikan kuda-kudanya,” terangnya.

Selain itu, panitia parade juga sudah menyiapkan kuda untuk ditunggangi wisatawan yang hadir untuk menikmati atraksi wisata berkuda ke destinasi-destinasi yang ada di Sumba. Selain itu, Festival Tenun Ikat Sumba 2018 juga akan ditawarkan kepada wisatawan mancanegara.

“Dalam kegiatan festival tenun, ada fashion show dari empat kabupaten dengan masing-masing tenun ikatnya. Wisatawan tidak dikenakan biaya jika ingin menikmati Festival Tenun Ikat Sumba ini. Wisatawan juga bisa menikmati atraksi tarian kolosal khas Sumba,” tukasnya.

Penanggung jawab Calendar of Event (CoE) Kemenpar, Esthy Reko Astuti, mengapresiasi dan menyampaikan harapannya terkait kegiatan Parade 1001 Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat Sumba ini.

“Kita kaya akan destinasi dan tempat menarik di daerah seperti bahari juga budaya. Saya berharap, kedua agenda besar itu menjadi branding baru. Bisa memperkuat branding parawisata yang telah ada, seperti Pasola, peninggalan megalitik, budaya marapu dan savana,” kata Esthy.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya ikut menyimak event pariwisata yang akan digelar di NTT itu. Menpar mengaku bangga jika di daerah memiliki banyak event untuk mempromosikan wisata asalnya kepada dunia.

Yang jadi catatan Menpar, event yang digelar bukan asal-asalan. Namun harus tersusun rapi. Sudah dipromosikan jauh-jauh hari dan digarap benar-benar sesuai jadwal. Menpar pun memberikan contoh Solo dan Banyuwangi yang memiliki event-event terbaik.

“Saya berikan contoh kabupaten yang memiliki event terbaik, yaitu Solo dan Banyuwangi. Mereka membuat calender of event, yang berani mereka luncurkan dalam kurun waktu setahun sebelumnya, dan itu fixed schedule,” ucapnya.

Menpar Arief Yahya memang selalu mengingatkan kepada para Kadispar di tanah air, agar Calender of Events itu jangan sampai batal, mundur atau maju dari yang sudah dijadwalkan. Karena travellers itu melakukan searching, booking sampai payment itu berbeda-beda waktunya.(*)