Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Singing Battle, Permudah Siswa Belajar IPS

Singing Battle, Permudah Siswa Belajar IPS

66
Himatul Mustaringah, S. Pd. SD Negeri Ngasem, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang
Himatul Mustaringah, S. Pd. SD Negeri Ngasem, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang

Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari beribu-ribu pulau. Ada pulau-pulau kecil ada pula pulau-pulau besar. Pulau besar dibagi menjadi beberapa provinsi. Misalnya, Pulau Jawa terbagi menjadi 6 provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta, dan DIY. Setiap provinsi memiliki kebudayaan yang beraneka ragam. Keragaman kebudayaan daerah tersebut memperkaya kebudayaan nasional Indonesia. Keragaman yang dimiliki setiap provinsi salah satunya rumah adat dari tiap provinsi. Sebagai warga negara yang baik tentu saja kita tidak boleh hanya tahu kebudayaan kita sendiri. Lalu bagaimanakah cara yang efektif untuk memudahkan siswa mengenali nama-nama rumah adat masing-masing provinsi di Indonesia?

Fenomena inilah yang terjadi di sekolah penulis. Sebagian besar siswa kelas IV SD Negeri Ngasem, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang kesulitan dalam mengenali nama-nama rumah adat yang ada di Indonesia. Jika guru meminta anak menyebutkan nama-nama rumah adat dan asalnya, mereka kesulitan. Paling banyak hanya dapat menyebutkan empat nama rumah adat dan asalnya. Keadaan ini patut membuat kita prihatin dan tergugah hati untuk menemukan cara yang menyenangkan agar siswa mudah dalam mengenali nama-nama rumah adat dan asalnya. Adalah metode singing battle yang penulis pilih dalam pembelajaran mengenal nama-nama rumah adat. Metode singing battle bisa diartikan sebagai pertempuran bernyanyi. Maksudnya adalah siswa bergantian melempar pertanyaan dan menjawab pertanyaan dalam bentuk lagu.

Penulis memilih metode ini karena metode ini sangat menyenangkan. Sehingga seolah-olah anak tidak sedang dituntut untuk menghafal karena ini dilakukan dengan gembira. Metode ini juga sesuai dengan prinsip pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Enak dan Menyenangkan). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bernyanyi adalah mengeluarkan suara bernada atau berlagu. Menurut beberapa ahli, bernyanyi membuat suasana belajar menjadi lebih riang dan bergairah sehingga perkembangan anak dapat distimulasi lebih optimal (Fadhillah, 2012:175).

Langkah pertama guru dan siswa mengidentifikasi nama rumah adat di Indonesia dan daerah asalnya. Kedua, siswa dibagi menjadi 2 kelompok besar. Setiap kelompok terdiri dari laki-laki dan perempuan. Ketiga, perwakilan dari tiap kelompok maju bersalaman dan suit. Kelompok yang menang suit melempar pertanyaan yang dilagukan. “Coba jawab, rumah adat Jawa Tengah. Sekarang harus jawab, harus jawab sekarang!” Kelompok yang lain berusaha menjawab dengn benar. Guru bertugas menjadi wasit yang mencatat skor kesalahan masing-masing kelompok. Kelompok dengan skor kesalahan lebih banyak mendapat denda misalnya dengan menghafalkan lima rumah adat beserta daerah asalnya. Sedangkan kelompok yang sedikit skor kesalahannya mendapat reward atau penghargaan dari guru.

Tentu saja pembelajaran mengenali rumah adat dan daerah asal menggunakan metode singing battle ini tidak serta merta berhasil. Tahap pertama masih boleh melihat buku catatan. Tahap selanjutnya sedikit demi sedikit dikurangi melihat buku sampai benar-benar lepas dari buku catatan. Guru harus sabar dan tidak menuntut anak harus cepat. Biarkan anak menikmati proses belajarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, tampak adanya peningkatan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi nama-nama rumah adat dan daerah asalnya. Menariknya adalah, metode ini bisa digunakan dalam materi pelajaran lainnya misalnya untuk mengidentifikasi nama-nama negara di Asia dan ibu kotanya. Penulis terus berinovasi menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa.

Himatul Mustaringah, S. Pd.
SD Negeri Ngasem, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang