Beranda Ekonomi Sistem Sireng Berantas Pengembang Liar

Sistem Sireng Berantas Pengembang Liar

93
BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Sistem informasi registrasi pengembang (Sireng) yang dikeluarkan oleh Kementerian PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) dinilai akan mampu memberantas pengembang liar atau illegal. Pasalnya pengembang yang tidak terdaftar dalam sistem ini, maka tidak akan mendapatkan pembiayaan KPR bersubsidi.

“Kami di REI sangat senang dengan Sistem Sireng tersebut. Nantinya sistem ini akan dapat membunuh keberadaan pengembang liar,” ujar  Wakil Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Tengah Bidang Sarana dan Prasarana, Andi Kurniawan.

Dikatakan, Sistem Sireng akan mempersulit ruang gerak pengembang yang selama ini hanya mengerjakan proyek-proyek rumah dalam jumlah sedikit. Selama ini mereka bahkan tidak memiliki badan hukum. Sehingga jika ada permasalahan di kemudian hari yang dirugikan adalah konsumen.

Untuk itu sistem terbaru ini juga sangat menguntungkan bagi konsumen. Paling tidak konsumen akan terhindarkan dari permasalahan – permasalahan yang kadang muncul setelah melakukan pembelian rumah. Pasalnya saat ini banyak pengembang di kota besar, lahannya belum dibebaskan sudah berjualan dengan modal brosur dan lain sebagainya sehingga terjadi banyak komplain.

Saat ini sosialisasi sistem informasi registrasi pengembang (Sireng) ini terus dilakukan. Sistem ini sebagai solusi untuk pembinaan asosiasi, serta menghindari pengembang nakal yang masuk dalam daftar hitam Kementerian PUPR.

Sistem ini mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2018. Dimana sistem ini dikembangkan melalui teknologi informasi berupa database dengan basis website. Pengembang yang tidak teregister di database tersebut maka tidak akan mendapatkan persetujuan pembiayaan dari perbankan yang menyalurkan KPR subsidi.

“Memang sistem ini sementara baru untuk KPR subsidi, namun kedepan kami harapkan juga akan diberlakukan untuk rumah komersial. Dan ini akan membuat bisnis perumahan semakin bagus,” terangnya.

Sejak dikeluarkan regulasi ini juga mendorong pengembang untuk masuk menjadi anggota REI. “Ini saja yang anggota baru kemarin ada sekitar 4 sampai 6 anggota. Kalau anggota yang sudah ada di DPD REI Jateng sekarang sekitar 200, semua anggota REI sudah teregister di database,” jelasnya.

Pihaknya mengaku berterimakasih dengan diluncurkannya sistem ini. Karena sistem ini juga membuat pengembang perumahan terpantau dengan baik.  Sistem ini juga dapat mendorong program sejuta rumah, sekaligus memantau program itu dengan baik. (aln/mar)