Beranda Jateng Siswa Terpaksa Nginap di Sekolah karena Debu Merapi

Siswa Terpaksa Nginap di Sekolah karena Debu Merapi

13
BERBAGI
Siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dengan mengenakan masker di SD Negeri Banyudono, Dukun, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (23/5). (foto: Antara)

JATENGPOS.CO.ID, MAGELANG – Khawatir dengan peningkatan aktivitas Gunung Merapi, puluhan siswa SMP Muhammadiyah 2 Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang tinggal di lereng gunung api tersebut lebih memilih bermalam di sekolahnya selama tes penilaian akhir tahun (PAT).

Guru SMP Muhammadiyah 2 Sawangan Ahmad Taufik di Magelang, Kamis, menyampaikan prihatin terhadap para siswanya yang tinggal di lereng Gunung Merapi yang saat ini aktivitasnya sedang meningkat.

“Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka pihak sekolah meminta mereka untuk bermalam di sekolah selama berlangsung PAT,” katanya.

Ia menyebutkan mereka yang bermalam di sekolah tersebut tinggal di daerah yang jaraknya cukup dekat dengan puncak Merapi, antara lima hingga enam kilometer, yakni di Tlogolele, Karang, dan Stabelan.

“Kami dari pihak sekolah sangat prihatin dan kami peduli pada anak-anak untuk memberikan rasa aman, rasa tidak terbebani khususnya selama berlangsung PAT ini, sehingga pada saat tes ini anak-anak tidak merasa was-was sehingga bisa belajar dengan tidak ada rasa ketakutan dan bisa konsentrasi,” katanya.

Ia menuturkan dalam beberapa hari terakhir anak-anak dari Tlogolele jika berangkat dan pulang sekolah selalu terkena dampak abu vulkanik yang bisa mengganggu kesehatan.

“Tujuan kami hanya sederhana, bagaimana mengamankan PAT 2018 dan anak-anak bisa aman, bisa konsentrasi dan mudah-mudahan tidak ada apa-apa dan tidak terjadi kondisi yang lebih berat dan prestasi anak tetap terjaga. (hfd/ant)

BERBAGI