Beranda Hukum & Kriminal Slamet Ma’arif tak Hadiri Pemeriksaan, Massa Tetap Datangi Polda

Slamet Ma’arif tak Hadiri Pemeriksaan, Massa Tetap Datangi Polda

259
BERBAGI
Ratusan massa menggelar aksi demo mengawal proses pemeriksaan yang dijalani oleh Slamet Maarif di luar halaman Polda Jateng, Senin (18/2) (Prast WD/JatengPos_

JATENGPOS.CO.ID, Semarang — Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Slamet Ma’arif tak hadir memenuhi jadwal pemeriksaan di Polda Jateng, Senin (18/2). Slamet sedianya akan diperiksa sebagai tersangka dugaan pelanggaran kampanye.

Ma’arif disangkakan pasal 492 dan 521 Undang Undang nomor 7 tahun 2017 tentang melakukan kampanye yang dilarang bagi peserta pemilu dan tim kampanye. Dugaan pelanggaran ini terjadi saat Ma’arif menjadi pembicara dalam tablig akbar PA 212 di Solo 13 Januari 2019 lalu.

Hingga pukul 11.00 WIB, yang terlihat datang ke Polda Jateng adalah tim kuasa hukum yang dipimpin oleh Achmad Midan dari Tim Pembela Muslim (TPM). Setiba di Polda, tim kuasa hukum Slamet Maarif langsung masuk ke ruang pemeriksaan Sub Direktorat I Reserse Kriminal Umum.

“Ini kami akan menemui tim penyidik dulu sesuai jadwal panggilan,” kata Achmad Midan singkat.

Disinggung soal keberadaan Slamet Maarif, Midan menjelaskan, “Ustad Slamet Maarif sebenarnya sejak tadi malam sudah di sini (Semarang). Karena beliau sakit, maka tidak bisa hadir,” katanya.

Pihaknya meminta penjadwalan ulang untuk pemeriksaan Slamet Ma’arif. “Karena Beliau jadwal acaranya banyak, sekarang tensinya naik dan sedang flu berat,” ungkap Midan.

Selain itu, tim kuasa hukum juga meminta para penyidik untuk melakukan pemeriksaan saksi ahli dari pihak tersangka Slamet Ma’arif. “Kami sepakat dengan penyidik, kami mengusulkan ada ahli dari kami yang diperiksa. Kami minta segera dijadwalkan untuk pemeriksaan ahli,” terangnya.

Sementara itu, ratusan anggota massa di luar halaman Polda Jawa Tengah menggelar aksi demo mengawal proses pemeriksaan yang dijalani oleh Slamet Maarif. Koordinator massa, Kyai Ahmad Rofii, menyatakan bila aksi demo massa umat Islam tersebut hanyalah bentuk dukungan moral, bukan intervensi kepada aparat penegak hukum.

“Kami hanya berikan dukungan moral, bukan intervensi. Supaya proses hukum berjalan benar,” kata Rofii.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja mengatakan, pihaknya telah menambah jumlah personel pengamanan untuk mengamankan jalannya pemeriksaan tersangka dari satu SSK (satuan setingkat kompi) disiapkan menjadi lima SSK atau 500 personel gabungan disiagakan mengamankan jalannya pemeriksaan. Personel gabungan ini terdiri dari anggota Polda Jateng dan Polrestabes Semarang. (fid/pras)

BERBAGI