JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan  SMPIT Nurul Islam Tengaran, mengajak para veteran pejuang kemerdekaan menyampaikan testimoni. Kedua veteran yang diundang adalah Slamet Sumitro yang berusia (88) dan Yahyo (95) berbagi pengalaman pada ratusan siswa.

Ketika kedua veteran diberikan kesempatan utk menyampaikan sambutan para guru dan siswa  suasana hening dan haru sekaligus merasakan gelora patriotisme saat para pahlawan ini berjuang bertaruh nyawa untuk kemerdekaan Indonesia.

Slamet dan Yahyo menceritakan begitu sulitnya situasi saat itu, sangat jauh dengan situasi saat ini. Terlebih saat sebelum merdeka seluruhnya dikuasai oleh penjajah Belanda dan Jepang, rakyat Indonesia dalam kesusahan.

Maka para pemuda saat itu berangkat perang meski dengan peralatan seadanya. Hanya tekat yang dimiliki oleh para pemuda. “Saat ini telah merdeka. Seluruhnya serba ada, makanan, sekolah dan berbagai fasilitas telah ada. Maka  teruskan perjuangan kami. Jangan membuang-buang waktu dengan hal yang tidak berguna, bangunlah bangsa ini dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa sebagai generasi yang bisa dibanggakan,”seru Yahyo dengan bersemangat.

Slamet Sumitro juga berpesan pada para siswa agar iklas saat belajar dan berusaha terutama saat memberikan apapun pada negara ini. “Jangan mengharapkan apa yang bisa diberikan negeri ini untuk kalian, tapi apa yang sudah kalian berikan untuk bangsa ini,” ujar Slamet Sumitro pada para siswa.

Sementara itu Kepala sekolah SMPIT Nurul Islam Tengaran, Sunarto menjelaskan bahwa inisiatif sekolah dengan menghadiri kedua veteran tersebut adalah untuk memberikan motivasi dan inspirasi kepada para peserta didik.

“Kegiatan Hari Pahlawan ini dengan menghadirkan secara langsung pelaku sejarah dihadapan anak-anak akan lebih mudah menumbuhkan jiwa nasionalis dan  patriotisme,” jelas Sunarto.

Sunarto yakin para siswa termotivasi mendengarkan pengalaman heroik dari para veteran pejuang kemerdekaan. “Siswa harus bisa mengambil semangat para pejuang tidak mudah putus asa dalam menggapai cita-cita demi masa depan bangsa, agar lebih bermartabat,” ujarnya. (dni/mg8/sgt)