Beranda Hiburan Soegi Bornean Warnai Panggung Jatiwayang

Soegi Bornean Warnai Panggung Jatiwayang

87
MEMUKAU: Soegi Bornean grup band indie Semarang tampik apik menghibur penonton dalam event Seni Budaya dan Musik Jatiwayang.
MEMUKAU: Soegi Bornean grup band indie Semarang tampik apik menghibur penonton dalam event Seni Budaya dan Musik Jatiwayang.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Tampil dalam tajuk event Jatiwayang, grup band indie asal Kota Lunpia Semarang “Soegi Bornean “ mampu memberikan sentuhan hiburan musik berkelas di hadapan penggemar dan penonton khususnya kaum milenial.

Beranggotakan tiga musisi muda berbakat yakni, Aditya Ilyas (gitaris), Damar Nindyo (bass) dan Fanny Soegiarto (vokalis), ketiga personil band jalur indie tersebut, mampu memukau penonton dengan karya musik sendiri yang dimainkan sempurna di hadapan penonton pecinta musik Semarang.

Tak sekedar tampil dalam panggung hiburan musik genre folk, Soegi Bornean juga memberikan pesan moral kepada penggemar dan pecinta musik milenial dengan deretan lagu yang dibawakanya, salah satunya berjudul, Saturnus dan Asmalibrasi sebagai lagu hits dalam album perdananya.

Akhmad Khoirudin punggawa komunitas Histeria Semarang berharap event tersebut, mampu memberikan ruang kreasi karya para lokal komunitas seni budaya dan music.

“Event seni budaya dan pentas musik ini, sengaja kami helat guna memberikan ruang untuk para seniman dan pemusik muda berbakat khususnya yang ada di Semarang. Tidak mengedepankan komersial event, kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kami untuk membangkitkan semangat karya para seniman dan pemusik,” ujarnya, di Kampung Jatiwayang Ngemplak Simongan, Semarang, belum lama ini.

Selain penggung musik, berbagai pentas seni budaya yang digelar komunitas dan para remaja kampung Jatiwayang juga ditampilkan diantaranya, Tari Topeng Losari, Pameran Street Art, instalasi art dan masih banyak lagi.

Adit Ilyas salah satu pentolan Soegi Bornean, mengaku senang band yang dibangunnya bersama rekan sesama musisi mudanya tersebut, bisa terlibat dalam event seni budaya serta pentas musik hasil besutan komunitas lokal Semarang.

“Momen dalam event ini sangat positif untuk membangkitkan gairah para seniman dan pemusik diera jaman modern. Setidaknya karya kami bisa menjadi tuan rumah dikota sendiri berkarya tanpa batas, untuk mendongkrak kemampuan karya ekpresi kami seniman dan pemusik lokal Semarang dalam level yang lebih tinggi lagi,” tandasnya.

Ia berharap, event serupa terus dihelat di Kota Semarang, agar para seniman dan pemusik muda berbakat Semarang, bisa berkarya lebih baik lagi dalam jalur indie secara profesional. (ucl/muz)