Beranda Sekolah Hebat Opini Guru “Sorongan “ Tingkatkan Hafalan Q.S Ali Imran Ayat 159

“Sorongan “ Tingkatkan Hafalan Q.S Ali Imran Ayat 159

127
Mudrikah guru SMP N 2 Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal
Mudrikah guru SMP N 2 Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal

Proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ( PAI BP) yang merupakan pembenahan kurikulum 2013 yang terpadu dengan pendidikan karakter siswa terutama di jenjang SMP memerlukan penilaian yang lumayan cukup rumit. Penilaian yang dilakukan oleh seorang guru agama meliputi; penilain sikap spiritual,penilaian sikap sosial, penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan. Bagi penulis dari beberapa penilaian yang di laksanakan yang kadang memerlukan kecermatan dan ketelitian yang maksimal yakni tentang penilaian pengetahuan dan keterampilan terutama menilai membaca dan menghafal Alqur’an .

Upaya untuk memaksimalkan hasil dari penilaian pengetahuan dan keterampilan yang dilaksanakan oleh penulis dalam menjalankan tugas mengajar di SMP N 2 Kaliwungu terutama dalam penilaian di hafalan Alqu’an , penulis menerapkan metode pembelajaran sorogan. Di kutip dari Koran Republika (08;04;2016) Sorogan secara bahasa berasal dari kata jawa sorog yang artinya menyodorkan. Dengan metode ini berarti siswa dapat menyodorkan materi yang ingin dipelajarinya secara individu atau secara khusus. Sorogan merupakan metode pembelajaran yang diterapkan pesantren hinggan kini, terutama dipesantren-pesantren salaf. Usia dari metode ini diperkirakan lebih tua dari pesantren itu sendiri, karena metode ini telah dikenal semenjak pendidikan Islam dilangsungkan.

Dengan metode sorogan setiap siswa akan berhadapan langsung dengan ustad atau guru, sehingga siswa diwajibkan menguasai cara membaca Alqur’an sesuai dengan tatanan ilmu tajwid yang harus diterapkan dalam membaca Alqur’an terutama membaca dan menghafal Alqur’an. Metode sorogan ini penulis terapkan pada pembelajar menghafal Qur’an surat Ali Imran ayat 159 materi Kelas IX semester I ( satu ). Dalam menghafal qur’an surat Ali Imran ayat 159 dengan metode sorogan ini siswa di panggil satu persatu oleh ustad atau guru yang bersngkutan, sehingga ustad atau guru dapat mengetahui dengan detail penguasaan materi dari satu persatu siswa. Tahapan dari metode sorogan yang dilakukan oleh penulis di awali dengan ; Pertama, siswa atau peserta didik diajak bersama-sama membaca Qur’an Surat Ali Imran ayat 159 dengan benar sesuai dengan kaidah tajwidnya; Kedua, siswa atau peserta didik di beri waktu antara jam pelajaran untuk menghafal sebelum menghadap untuk menghafal; Tiga, siswa atau peserta didik yang sudah siap bergantian satu persatu untuk maju menghadap ustad atau guru menyetorkan hafalannya.

Penilaian hafalan di kelas IX semester I materi tentang Qur’an Surat Ali Imran ayat 159, metode sorogan yang diterapkan penulis di Sekolah Negeri 2 Kaliwungu terutama materi tentang Alqur’an sangat mengena kepada siswa, serta dapat memotivasi siswa untuk semakin giat untuk menghafal ayat yang dimaksud, selain ayat yang di hafal siswa atau peserta didik diharuskan hafal arti dari lafal ( kata perkata) mufrodat dengan tepat dan benar. Dari metode sorogan ini menjadikan anak semakin berlomba untuk cepat menghafal baik ayat maupun artinya, dikarenakan guru mempromosikan sebuah nilai yang maksimal untuk anak yang maju pertama yang sudah hafal surat sama artinya sekalian dengan lancer dan benar. Dengan demikian proses pembelajaran yang berlangsung menjadi lebih dinamis dan menyenangkan untuk siswa. Pembelajaran dengan model sorogan yang diterapkan penulis sangatlah membuahkan hasil yang mengembirakan karena siswa sangat antusias dan semagat untuk mengikuti penilaian hafalan algur’an dan juga menghafal artinya. (*)

Mudrikah
guru SMP N 2 Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal