Beranda Headline Spanduk Sudutkan Khadziq Muncul Pasca Penahanan Istrinya

Spanduk Sudutkan Khadziq Muncul Pasca Penahanan Istrinya

109
BERBAGI
Tersangka yang juga Anggota DPR Komisi VII Eni Maulani Saragih (ketiga kanan) dengan rompi tahanan menuju mobil tahanan usai diperiksa di kantor KPK, Jakarta, Sabtu (14/7). Dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Jumat (13/7), KPK menetapkan dan menahan Anggota DPR Komisi VII Eni Maulani Saragih serta pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1 dengan barang bukti uang senilai Rp500 juta dan tanda terima uang. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

JATENGPOS.CO.ID, TEMANGGUNG – Petugas dari Kantor Satpol PP Dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Temanggung bersama Polsek Tembarak menurunkan spanduk bernada provokatif di Desa Greges, Temanggung.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kantor Satpol PP Dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Temanggung Cukup Sudaryanto di Temanggung, Rabu, mengatakan ada lima spanduk dengan konten provokatif diturunkan petugas.

Desa Greges merupakan lokasi rumah calon Bupati Temanggung terpilih Al Khadziq yang beberapa waktu lalu istrinya Eni Maulani Saragih yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR RI menjadi tersangka kasus suap terkait kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.

Sejumlah spanduk tersebut, antara lain bertuliskan “Neng tegalan numpak traktor ojo gumunan jebul koruptor”, “Lebih baik hidup berdikari jadi petani dari pada jadi pejabat tapi korupsi”, dan “Koruptor=pengkhianat bangsa musuh rakyat bersama”.

Sebanyak tiga spanduk terpasang di jalan Temanggung-Tembarak dan dua spanduk terpasang di tengah Desa Greges.

Cukup mengatakan dari lima spanduk yang terpasang kemudian diturunkan, tiga diamankan di Kecamatan Tembarak dan dua spanduk diminta warga.

“Kami tidak tahu kapan spanduk tersebut dipasang, tadi pagi setelah dapat laporan dari warga kami bergerak bersama aparat kepolisian untuk menurunkan spanduk tersebut,” katanya.

Ia menuturkan usai menurunkan spanduk pihaknya melanjutkan patroli di daerah sekitar dan tidak menemukan spanduk lain yang berkonten provokatif.

“Kami terpaksa menurunkan spanduk berkonten provokatif tersebut karena untuk menjaga kondisi keamanan di Kabupaten Temanggung tetap kondusif,” katanya. (drh/ant)

BERBAGI