Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Spucard tumbuhkan Karakter Siswa

Spucard tumbuhkan Karakter Siswa

BERBAGI
Risita Vindiastutik, S.Pd Sma Negeri 1 Sidoharjo

JATENGPOS.CO.ID, – SPU mungkin bagi Anda masih asing tetapi bagi para guru khususnya guru mata pelajaran kimia singkatan SPU sudah tidak asing lagi. Biasanya SPU( Sistem Periodik Unsur) ditampilkan dalam bentuk suatu tabel yang berisi 116 unsur sehingga bagi sebagian siswa untuk menghafalkan unsur dalam tabel tersebut membutuhkan waktu yang lama. Untuk itu dibuatlah kartu dalam bentuk kecil dengan ukuran tertentu  yang memuat setiap unsur beserta dengan sifat-sifatnya.

Mengapa SPU yang biasanya dituliskan dalam bentuk tabel sekarang dibuat CARD atau kartu?. Karena melihat pembelajaran siswa selama ini menghafalkan SPU dalam bentuk tabel masih  kesulitan terbukti dari kelas X siswa sudah menghafalkan SPU begitu siswa naik di kelas XI dan XII sudah lupa padahal beberapa unsur dalam SPU tersebut selalu keluar dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer(UNBK) khususnya mata pelajaran kimia.

Dengan dibuatnya kartu SPU dalam ukuran tertentu diharapakan siswa dapat mengenal unsur satu dengan unsur yang lain secara detail dan lebih mendalam.Dan harapan kedepannya kartu SPU merupakan kartu alternatif dalam pembelajaran kimia selain dalam bentuk tabel.Manfaat lain yang didapat dalam pembuatan kartu SPU bagi siswa dapat lebih mengenal dirinya dan temannya dalam satu kelas dengan lebih mendalam. Pembuatan kartu SPU dapat menumbuhkan watak atau karakter peduli dengan teman atau orang lain. Diharapakan ke depannya siswa sudah mempunyai SPU dalam bentuk kartu sehingga untuk dibawa kemana-mana dan pada saat apapun lebih ringkas digunakan meskipun tidak pada jam mata pelajaran kimia.

SPU sebagai kumpulan tabel sistem periodik unsur berisikan unsur-unsur yang diletakkan dalam satu tabel secara vertikal (dari atas ke bawah) yang disebut sebagai golongan. Dan SPU juga berisikan unsur-unsur yang diletakkan dalam satu periode (dari kiri ke kanan). Setiap unsuryang disusun berdasarkan sifat fisik dan kimia yang mirip ditempatkan dalam satu golongan.Sedangkan unsur-unsur yang disusun berdasarkan jumlah kulit elektron yang sama ditempatkan dalam satu perioda.

Sedangkan karakter terdiri dari tiga unjuk perilaku yang saling berkaitan antara lain tahu arti kebaikan, mau berbuat baik, dan nyata berperilaku baik(Lickona, 1991:51). Ketiga substansi dan proses psikologis tersebut bermuara pada kehidupan moral dan kematangan moral individu. Atau karakter  itu lebih kepada pendidikan  nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan  moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan siswa untuk mengambil keputusan yang baik, memelihara apa yang baik, dan mewujudkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

Tentunya untuk membuat kartu SPU atau SPU CARDdibutuhkan waktu yang tidak singkat. Siswa diberikan batasan waktu untuk menyelesaikan pembuatan kartu SPU baik secara kelompok maupun secara individu. Secara individu siswa diberikan tugas membuat kartu SPU beberapa unsur  dan secara kelompok siswa menyelesaikan pembuatan kartu SPU pada waktu tertentu. Sehingga secara keseluruhan siswa akan bertemu dengan siswa yang lain saling mencocokan unsur dalam satu golongan maupun dalam satu periode.

Setelah waktu yang ditentukan oleh guru berakhir para siswa membawa hasil SPU Card nya kemudian guru membahas kelebihan dan kekurangannya. Kalau kartu kurang sempurna bisa diperbaiki jika sudah sempurna kartu bisa digunakan. Kemudian guru menyuruh siswa untuk selalu membawa kartu SPU saat pelajaran kimia. Contohnya pada minggu pertama dan kedua siswa diharapkan sudah memahami unsur-unsur dalam satu golongan dari golongan IA sampai golongan VIII A sampai memahami sifat-sifatnya sedangkan pada minggu ketiga dan keempat siswa memahami unsur-unsur dalam satu periode baik perioda satu sampai perioda ke tujuh.

Sehingga diharapkan kedepannya saat siswa sudah naik tingkat dari X ke tingkat XI dan XII siswa sudah mempunyai kartu SPU.Diharapkan dengan memiliki kartu SPU siswa dapat mengenal temannya dengan baik kelebihan dan kekurangannya, kemudian memiliki rasa tolong menolong yang tinggi. Selain itu jika ada teman yang memiliki kekurangan siswa dapat memahaminya tanp perlu mengolok-ngoloknya.

Risita Vindiastutik, S.Pd

Sma Negeri 1 Sidoharjo

BERBAGI