Beranda Ekonomi Stasiun Batang Mulai 15 Maret Bisa Layani Penumpang

Stasiun Batang Mulai 15 Maret Bisa Layani Penumpang

125
FOTO ; ISTIMEWA

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang kembali memberikan pelayanan yang lebih kepada masyarakat, khususnya yang berada di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah.

Pelayanan yang lebih ini diwujudkan dengan memberikan fasilitas kepada masyarakat yang ingin bepergian dari Batang menuju Semarang, Tegal, maupun Jakarta dan sebaliknya dengan menggunakan moda transportasi kereta api. Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro mengatakan, Stasiun Batang yang sempat tidak beroperasi sejak pertengahan Tahun 2015 sebagai stasiun naik dan turun penumpang, mulai Jumat (15/3) kembali difungsikan sebagai stasiun yang dapat melayani penumpang untuk bepergian menggunakan kereta api.

Peresmian Stasiun Batang sebagai stasiun yang melayani penumpang naik maupun turun ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Bupati Batang H. Wihaji, S.Ag., M.Pd. didampingi Deputy Executive Vice President PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang, Daniel Johannes Hutabarat, di Stasiun Batang, sesaat sebelum KA pertama berangkat dari Stasiun Batang. KA pertama yang berangkat dari Stasiun Batang yakni KA Kaligung dengan Nomor KA 408 pukul 06.01 WIB dari Stasiun Batang.

Pemberian Semboyan 40 sebagai tanda keberangkatan KA diberikan oleh Kepala Stasiun Batang Agus Santosa. Usai meresmikan reaktivasi Stasiun Batang, Bupati Batang beserta jajaran Pemkab Batang, bersama Deputy EVP Daop 4 dan Manajemen Daop 4 Semarang berkesempatan untuk mencoba menggunakan kereta api Kaligung dengan nomor KA 408 menuju Stasiun Semarang Poncol.

Perlu diketahui bahwa mulai tanggal 15 Maret 2019 di Stasiun Batang terdapat enam kereta api yang berhenti secara BLB (Berhenti Luar Biasa), yakni KA Kaligung relasi Brebes/Tegal – Semarang Poncol pagi dan sore, KA Kaligung relasi Semarang Poncol – Tegal/ Brebes Pagi dan Sore, serta KA Menoreh yang menuju ke Pasar Senen (Jakarta) maupun sebaliknya.

Untuk sementara Stasiun Batang menggunakan istilah status Berhenti Luar Biasa (BLB). Hal itu karena keenam kereta yang berhenti tersebut tidak terdapat dalam Grafi k Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2017, namun akan dimasukkan kedalam Gapeka 2019, sehingga keenam KA tersebut akan secara resmi berhenti di Stasiun Batang.

Setelah melalui berbagai tahapan dalam persiapan reaktivasi, sekarang Stasiun Batang sudah siap melayani penumpang dengan berbagai fasilitas sesuai dengan Standar Minimum Pelayanan (SPM) yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementrian Perhubungan.

Fasilitas untuk penumpang yang tersedia di Stasiun Batang meliputi loket pembelian tiket kereta api yang sudah online, musala, toilet, ruang tunggu penumpang, lahan parkir, dan fasilitas untuk penyandang cacat. (aln/mar)