Beranda Jateng Stikes Karya Husada Dorong Perawat Raih Sertifikasi Keahlian

Stikes Karya Husada Dorong Perawat Raih Sertifikasi Keahlian

BERBAGI
Sebanyak 396 wisudawan dari Keperawatan, Kebidanan dan Profesi Ners melakukan prosesi wisuda ke-42 di aula Masjid Agung Jawa Tengah, Rabu (21/3). FOTO : AMBAR ADI WINARSO / JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID. SEMARANG- Stikes Karya Husada Semarang mempersiapkan lulusan dalam menyambut dunia kerja.Tak hanya bekal kompetensi tapi juga dibekali dengan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Informasi Verifikasi Ijazah secara Elektronik (Sivil) bagi lulusannya.

“Stikes Karya Husada menjadi pionir pertama dalam PIN dan Sivil. Ini artinya kita mendukung upaya pemerintah dalam mencegah kejahatan ijazah palsu dan praktik kelulusan singkat,” kata Ketua Stikes Karya Husada, Dr Ns Fery Agusman MM SKM Mkep SpKom di sela Wisuda ke 42 dan Angkat Sumpah Profesi Ners ke 14, di aula Masjid Agung Jateng, Rabu (21/3).

Dengan begitu, ijazah kelulusan mahasiswa Stikes Karya Husada benar diakui keabsahan dan kevalidannya di dunia kerja.

Pihaknya ingin, para lulusan jangan menunggu menjadi PNS saja, lebih dari itu untuk membuka lahan praktik mandiri atau usaha lain yang bisa saja tak linear dengan bidangnya.

“Sehingga kami mendorong para lulusan untuk bisa meraih sertifikasi keahlian sebagai penunjang dalam dunia kerja atau praktik mandiri, terutama perawat ahli,” katanya.

Sementara, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jateng, Edy Wuryanto menyampaikan, ada 23 keahlian sertifikasi keperawatan. Perawat sambil menunggu Surat Tanda Register (STR) lebih baik membekali dengan pelatihan sertifikasi keperawatan.

“Era BPJS banyak RS beridiri, RS standar internasional juga banyak berdiri dan meminta semua tenaga perawat tiap ruang harus standar kompetensi keahliannya,” katanya.

Para perawat bisa mengambil keahlian kompetensi seperti perawat ICU, kamar bedah, anestesi, haemodilisa, endoskopi, dan lainnya.

“Karena jika ada sertifikasi keahlian maka akan sebanding dengan tingkat kesejahteraannya. Karena ada insentif, jasa pelayanan, dan standar gaji tinggi,” tukasnya. (aam/muz)

BERBAGI