Beranda Edukasi STIKES Tujuh Belas Rayakan Idul Adha Pastikan Tidak Ada Bibit Radikalisme

STIKES Tujuh Belas Rayakan Idul Adha Pastikan Tidak Ada Bibit Radikalisme

91
BERFOTO : Ketua Yayasan 17 Surakarta Dr. Hj. Tatik Suryo, MM berfoto bersama pemateri dan pejabat STIKES Tujuh Belas usai seminar. Foto : M Yasin/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR  – Perayaan Idul Adha di STIKES Tujuh Belas berlangsung semarak dan tak lepas dari nilai-nilai akademis, penguatan karakter, toleransi dan jiwa berkorban. Pasalnya, sebanyak 1 sapi dan 7 kambing dikorbankan dan dibagikan kepada warga sekitar serta untuk makan bersama usai seminar.

Sebelum acara seminar penguatan karakter di Aula STIKES Tujuh Belas, Senin (12/8), dengan pemateri dari Polres Karanganyar, Kasat Intelkam AKP Teguh Sujadi mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi dan Pemkab Karanganyar, Kabag Kesra Kabupaten Karanganyar Agam Bintoro mewakili Bupati Karanganyar Juliyatmono itu, mahasiswa mengkaji kitab agama masing-masing sesuai tema yaitu berkorban dan toleransi.

Menurut Ketua Yayasan 17 Surakarta, Dr. Hj. Tatik Suryo, MM, momentum Idul Adha diselenggarakan secara rutin di STIKES Tujuh Belas setiap tahun. Kali ini tak hanya menyembelih korban dan membagikan pada yang berhak. Seluruh civitas akademika dan mahasiswa diberikan materi tentang toleransi dan cinta NKRI. Sehingga, dipastikan tak ada secuil pun bibit radikalisme tumbuh di STIKES Tujuh Belas.

“Selain pembinaan karakter cinta tanah air dan jiwa patrotik secara rutin, pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan juga diajarkan di sini. Yayasan ini didirikan oleh patriot kemerdekaan,” jelas wanita yang juga motivator pendidikan itu pada wartawan, kemarin.

Dia mengaku bangga dengan STIKES Tujuh Belas karena sudah berhasil bekerja sama dengan sembilan negara lain. Sehingga lulusan langsung ditunggu kiprahnya di dunia kesehatan. Berbagai penghargaan juga sudah diraih. Apalagi kini Jurusan Farmasi juga sudah dibuka.

“Mahasiswa kita dari berbagai daerah, seperti miniatur Indonesia. Oleh karena itu tak bisa lepas dari pembinaan multi cultural, Bhineka Tunggal Ika,” tandasnya. (yas/biz/rit)