Beranda Edukasi STIKes Yahoed Edukasi di TK Tunas Mekar

STIKes Yahoed Edukasi di TK Tunas Mekar

240
PEDULI PELAJAR: Tim KDK STIKes Yahoed dan Himabi foto bersama saat PengabMas di TK Tunas Mekar Semarang, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kampus pada masyarakat.
PEDULI PELAJAR: Tim KDK STIKes Yahoed dan Himabi foto bersama saat PengabMas di TK Tunas Mekar Semarang, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kampus pada masyarakat.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pendidikan seks anak selama ini kurang diperhatikan orangtua, mereka hanya menyerahkan semua pendidikan kepada sekolah. Padahal yang bertanggungjawab pendidikan seks anak usia dini adalah orang tua, sedangkan sekolah hanya sebagai pelengkap.

Di sekolahpun tidak ada kurikulum tentang pendidikan seks sehingga anak kadang terabaikan. Jika tidak mendapatkan pendidikan seks yang benar, mereka akan percaya mitosmitos seks yang tidak benar. Berdasarkan masalah tersebut, Departement KDK bersama Himpunan Mahasiswa Bidan HIMABI dari STIKES Karya Husada (Yahoed) Semarang kemarin melakukan program pengabdian kepada masyarakat (PengabMas) dengan memberikan pendidikan kesehatan pentingnya seks education sejak dini kepada siswa-siswi TK Tunas Mekar Semarang.

Sasarannya siswa dan guru TK Tunas Mekar Semarang. Kegiatan pendidikan kesehatan dilakukan pada Sabtu, 4 Mei 2019 pukul 07.00. Ketua kegiatan, Poppy Fransisca Amelia S.SiT, M Biomed mengatakan, tujuan dari kegiatan PengabMas ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta merubah perilaku yang tabu akan seks education sejak usia dini dengan benar pada siswa-siswi TK Tunas Mekar Semarang. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi menggunakan tentang cara merawat badan, mengenali organ genetalia dan mencegah pelecehan seksual pada anak, dilanjutkan dengan memutar video tentang menghindari pelecehan seksual.

“Kegiatan dilakukan dengan pendekatan kepada anak, sehingga seluruh siswa TK melakukan dengan senang. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dengan adanya pendidikan kesehatan siswa siswi TK Tunas Mekar mampu mengetahui tentang seks dan juga cara mencegah supaya tidak terjadi pelecehan seksual pada anak,” pungkas Poppy. (gus/ biz/sgt)