Beranda Lifestyle Stok Menipis, PMI Surakarta Ajak Masyarakat Lebih Aktif Donor Darah

Stok Menipis, PMI Surakarta Ajak Masyarakat Lebih Aktif Donor Darah

160

JATENGPOS.CO.ID, Solo – Palang Merah Indonesia cabang Kota Surakarta mengajak masyarakat lebih aktif mendonor darahnya untuk kebutuhan pasien, karena stok darah  di Kota Solo kini masuk zona kuning atau perhatian.

“Stok darah di PMI Cabang Kota Surakarta pascalebaran ada  945 kantong atau masuk zona kuning, sehingga kami perlu berusaha meningkatkan kegiatan donor untuk mencapai zona hijau,” kata dokter Kunthi Dewi Saraswati selaku Kepada Unit Donor Darah PMI Kota Surakarta, disela aksi damai mengajak warga donor darah, di pintu utara Stadion Manahan Solo, Kamis.

Kunthi mengatakan stok darah di PMI Cabang Surakarta sebanyak 945 kantong yang terdiri A sebanyak 183 kantong, B (481), O (64), dan AB (217). Jumlah itu, masuk ketegori perhatian, sedangkan persediaan aman berkisar 1.500 kantong hingga 2.000 kantong atau zona hijau.

Jumlah itu, kata dia, memang dinilai menurun karena paska-Lebaran ini, kebutuhan darah di Kota Solo yang biasanya antara 250 hingga 270 kantong per hari mengalami peningkatan di atas 300 kantong per hari.

Kendati demikian pihaknya tetap berupaya tetap stok darah ini, bisa di atas 1.500 hingga 2.000 kantong per hari. Pihaknya berbagai cara sudah dilakukan, tetapi memang pada awal puasa persediaan yang luar biasa berkat peran para pendonor sukarela dengan aktif mereka mau membantu.

“Stok darah selama puasa sebenarnya sudah aman, tetapi persediaan di luar Solo sudah banyak yang menipis. Sehingga sekitar 30 persen permintaan darah dari luar daerah ke PMI Solo,” katanya.

PMI Cabang Surakarta yang terakhir ada permintaan sebanyak 371 kantong dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan luar daerah paska-Lebaran ini.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk membantu mencukupi kebutuhan darah pasien yang membutuhkan dengan cara mendonorkan darahnya. PMI Surakarta, Kamis ini, ada enam kegiatan mobil unit bergerak ke intansi yang mengundang kelompok-kelompok pendonor untuk mencukupi kebutuhan.

Kegiatan kampanye ini, salah satu usaha untuk mengundang masyarakat mendonorkan darahnnya guna membantu pasien yang sedang membutuhkan.

“Stok darah sekarang, di bawah 1.000 kantong (zona kuning), sehingga kami harus merusaha memotivasi masyarakat untuk mendonorkan darahnya memenuhi keburuhan pasien,” katanya.

Bagyo salah satu warga Solo yang melakukan aksi mengatakan kegiatan aksi ini, selain memperingati Hari Donor Darah Dunia, pada 14 Juni, jugai mengajak masyarakat mendonorkan darahnya karena stok darah di PMI sedang menipis.

Bagyo mengatakan warga Solo tidak mengharap ada bencana, tetapi PMI Surakarta harus tetap siap persediaan darah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk gembar donor darah yang dapat menyehatkan badan, pikiran juga bisa tenang. Kita donorkan darah demi kemanusiaan. Kami mengajak masyarakat agar tergugah hatinya, jangan lupa rutin donor darah,” katanya disela aksi. (fid/ant)