Beranda Olahraga Subroto dan Andreas Bersaing Jadi Ketum KONI Jateng

Subroto dan Andreas Bersaing Jadi Ketum KONI Jateng

BERBAGI
Ketua Tim Panjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Ketua Umum KONI Jateng, John Richard saat mengumumkan bakan calon yang lolos verifikasi di kantor KONI Jateng, Selasa (21/11). FOTO : ALKOMARI/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Pertarungan perebutan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah dipastikan akan berlangsung menarik. Pasalnya persaingan akan terjadi head to head antara Brigjen TNI (Purn) Subroto dengan Andreas Budi Wiroharjo.

Brigjen TNI (Purn) Subroto yang saat ini menjabat Ketua Pengprov Persatuan Hoki Seluruh Indonesia (PHSI) Jateng. Sedangkan Andreas Budi Wiroharjo sebagai Ketua Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia.

Karir terakhir Subroto di militer adalah menjadi Asisten Deputi Koordinasi Pendayagunaan Aparatur di Kemenko Polhukam RI. Saat ini, dia juga masih menjabat sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran KONI Pusat.

Kepastikan hanya dua bakal calon (balon) tersebut seiring dengan pengumuman yang dilakukan oleh Tim Panjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Ketua Umum KONI Jateng, Selasa (21/11) di kantor KONI Jateng kemarin.

Kedua bakal calon tersebut adalah Brigjen TNI (Purn) Subroto dan Andreas Budi Wiroharjo. Sedangkan Hengky Prasetyo (Ketua KONI Kabupaten Semarang) yang sebelumnya juga mendaftar dan mengembalikan formulir dinyatakan tidak lolos karena sama sekali tidak menyertakan persyaratan yang ada dalam persyaratan khusus dalam pencalonan ketua umum KONI.

“Pak Hengky persyaratan khususnya tidak dipenuhi sama sekali. Yang disertakan hanya persyaratan dalam ketentuan umum seperti formulir pendaftaran, surat pernyataan kesangggupan, visi misi, dan lainnya,” ujar Ketua Tim Panjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Ketua Umum KONI Jateng, John Richard, Selasa (21/11) di kantor KONI Jateng, kemarin.

Dalam kesempatan ini pihaknya menekankan bahwa persyaratan khusus bagi bakal calon Ketum KONI Jateng diputuskan melalui Rapat Pleno KONI Jateng yang dilakukan dua kali yakni pada 19 Oktober dan 28 Oktober 2017. Persyaratan khusus tersebut juga setelah melihat KONI daerah lain seperti DKI Jakarta yang dalam pemilihan ada persyaratan khusus.

“Dalam rapat pleno tersebut diputuskan harus ada persyaratan khusus, jadi itu bukan keputusan dari Tim Penjaringan. Pada rapat pleno kedua itu dihadiri ketua umum, waketum satu, waketum tiga, sekretaris umum, kabid hukum, dan pengurus lainnya,” terangnya.

Adapun ketentuan dalam persyaratan khusus tersebut bakal calon harus memenuhi persyaratan dukungan 10 pengrov cabor yang merupakan anggota KONI dan lima dukungan dari KONI kab/kota di Jawa Tengah. “Ketentuan awalnya dukungan 15 cabor dan 10 dukungan KONI kab/kota, kemudian dilakukan perubahan menjadi lima dukungan KONI kab/kota dan 10 dukungan cabor,” jelasnya.

Selanjutnya Tim Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Ketua Umum KONI Jateng akan membawa dua bakal calon yang lolos verifikasi tersebut ke musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jateng. Musorprov sendiri akan digelar pada 25-26 November mendatang.

Pemilihan Ketua Umum KONI Jateng periode 2017-2021 akan menjadi agenda utama Musorprov KONI Jateng yang rencananya akan berlangsung di Hotel OAK Tree Semarang. Setidaknya 100 voters atau pemilik suara akan memberikan hak suaranya dalam pemilihan Ketua Umum KONI Jateng.

Para voters tersebut dintaranya dari pengprov cabang olahraga, KONI kota dan kabupaten se-Jateng serta badan-badan fungsional. Pemenang pemilihan nanti akan mengantikan posisi Ketua Umum KONI Jateng sekarang yang dipegang Hartono. (mar/ct7)